Riaupos.co
19/02/2020
 

Coba Peluang ke Olimpiade
Jumat, 14 Februari 2020 - 11:14 WIB
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) --  Tidak banyak yang menyorot aktivitas cabor bolavoli pantai. Padahal cabor ini termasuk salah satu yang diproyeksikan untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Pemerintah sendiri menargetkan ada sepasang tim, khususnya putra, yang bisa memperoleh slot ke multiiven terbesar di dunia itu.

Ada 24 kuota yang disediakan, di mana satu slot otomatis diberikan kepada Jepang yang merupakan tuan rumah Olimpiade. Negara lain yang telah memastikan lolos ialah Rusia, Italia, dan Latvia. Sehingga tersisa 20 tiket yang bisa diperebutkan oleh tim dari berbagai negara.

Untuk bersaing melalui ranking kualifikasi tentu menjadi misi mustahil bagi Indonesia. Sebab, nantinya yang akan dipilih ialah pasangan yang masuk 15 besar dunia pada 15 Juni 2020. Sementara PP PBVSI selaku induk cabor hanya merencanakan satu kali tryout selama masa kualifikasi.

"Kami siapkan enam atlet putra dan enam atlet putri. Jadi SEA Games kemarin merupakan bagian dari babak kualifikasi olimpiade. Di Asia Tenggara kami juara, berarti kami lolos ke final zona Asia-Oceania yang akan digelar Juni nanti," ucap Kasubid Pertandingan Voli Pantai PBVSI Anderson Marbun.

Yang dimaksud ialah AVC Beach Volleyball Continental Cup yang akan dilaksanakan 25-28 Juni di Cina. Semula turnamen akan diselenggarakan di Wuhan, tetapi diurungkan lantaran adanya virus corona. Sampai saat ini, Anderson mengungkapkan pihaknya masih menantikan soal tuan rumah pengganti.

Pemenang dalam turnamen itu otomatis mendapat tiket ke olimpiade. Hanya ada satu slot yang disediakan. Sampai saat ini baru Cina, Indonesia, Iran, Jepang, Oman, dan Qatar sebagai peserta. Kemungkinan masih ada dua tim lagi seperti Australia atau Selandia Baru.

"Kami waktu di Asian Games dapat perak dan juara jatuh ke tangan Qatar. Tim itu sudah lolos melalui jalur world tour jadi kemungkinan saingan terberat dari Australia. Kami memiliki kans di voli pantai, terutama putra," papar Anderson.

Tim yang dikirim untuk mewakili Indonesia sama dengan skuad SEA Games 2019. Tidak ada yang berbeda. Sampai saat ini mereka masih menjadi yang terbaik di Indonesia. Ada pasangan Ade Candra Rachmawan/Mohammad Ashfiya, Gilang Ramadhan/Danangsyah Yudistira Pribadi.(feb/jpg)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |