Riaupos.co
25/02/2020
 
Ditemukan Jejak Harimau Sumatera di Kebun Plasma Sawit Tapung
Jejak Harimau Sumatera (HS) di Desa Trimanunggal dan Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Rabu, (22/1/2020. ( KSDA RIAU FOR RIAUPOS.CO)

HARIMAU SUMATERA
Ditemukan Jejak Harimau Sumatera di Kebun Plasma Sawit Tapung
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:22 WIB
 

PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Kasubag Humas BKSDA Provinsi Dian Indiarti membenarkan telah ditemukan jejak harimau sumatera (HS) di Desa Trimanunggal dan Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

 

"Kemaren, Rabu, (22/1/2020) tim Rescue Balai Besar KSDA Riau Dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3, MB Hutajulu dan dua Polisi Kehutanan, mereka langsung berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menuju lokasi temuan jejak dimaksud," ujarnya dikonfirmasi Riau Pos melalui telepon selulernya, Kamis (23/1/2020).

Dikatakannya, beberapa hari sebelumnya, warga diresahkan dengan munculnya seekor harimau di kawasan kebun plasma sawit dekat pemukiman masyarakat tepatnya di plasma blok 3P milik Yuli Hasibuan. Hasil observasi di lapangan disampaikan bahwa memang terdapat temuan bekas jejak tapak harimau sumatera dengan kondisi sudah mulai hilang dikarenakan hujan terjadi beberapa hari ini di desa tersebut.

Selanjutnya tim melakukan sosialisasi terkait kemunculan harimau sumatera dengan membagikan poster cara penanganan apabila terjadi perjumpaan dengan satwa dilindungi tersebut. Tak lupa tim mengimbau kepada masyarakat agar untuk sementara mengurangi aktifitas berkebun di malam hari serta apabila melakukan aktifitas di harapkan untuk berkelompok, tidak seorang diri.

"Menghimbau kepada perangkat desa dan masyarakat, apabila kemudian ditemukan kembali jejak baru, sisa kotoran, atau bekas cakaran satwa agar segera menginformasikan kembali ke Balai Besar KSDA Riau di nomor call centre 081374742981," harapnya.

Dijelaskannya Balai Besar KSDA Riau akan kembali menurunkan timnya untuk melakukan sosialisasi mitigasi konflik harimau sumatera. Terlebih bersama aparat pemerintah desa setempat telah sepakat untuk membentuk desa ramah konflik satwa liar dengan langkah awal membentuk group penanggulangan konflik satwa tingkat desa.(dof)ke Balai Besar KSDA Riau di nomor call centre 081374742981," harapnya.(dof)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |