Polisi Hentikan Sementara Kasus Ujaran Kebencian Viktor Laiskodat, Alasannya...
Victor Laiskodat. (JPNN)

TUDINGAN PARTAI PENDUKUNG KHILAFAH
Polisi Hentikan Sementara Kasus Ujaran Kebencian Viktor Laiskodat, Alasannya...
Jumat, 12 Januari 2018 - 19:15 WIB > Dibaca 4682 kali
 
Ditambahkannya, penundaan kasus hukum seperti itu bukan hanya terjadi pada Pilkada Serentak 2018, melainkan sudah berjalan pada Pilkada sebelumnya.

"Ini bukan hanya Pilkada ini, di Pilkada sebelumnya juga dilakukan yang sama," tutup mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Adapun Viktor Laiskodat yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan permusuhan terkait pidatonya di Kupang, NTT pada 1 Agustus 2017 lalu.

Pidato Viktor itu kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, Viktor menuding empat partai, yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN mendukung adanya khilafah karena menolak Perppu Ormas.

Dalam perkembangan kasus itu, penyelidikan Polri tersendat dengan status Viktor yang merupakan anggota DPR, apakah saat mengungkapkan pidato tersebut dalam rangka menjalankan tugas sebagai anggota dewan atau bukan.

Apabila saat berujar di pidato tersebut Viktor merupakan anggota dewan, sesuai MD3, dia mendapatkan hak imunitas dan proses hukum Bareskrim tidak bisa berlanjut. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |