Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Kirim 100 Imam Masjid ke UEA

Kirim 100 Imam Masjid ke UEA
Jumat, 12 Januari 2018 - 11:01 WIB > Dibaca 685 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melanjutkan program kerja sama pengiriman imam masjid. Tahun ini bakal direkrut 100 orang. Jauh lebih banyak dibandingkan tahun pertama yang hanya 14 orang.

Secara resmi Kemenag sudah mengumumkan se­leksi imam masjid yang bakal dikirim ke UEA itu. Periode pendaftaran dibuka mulai 10 Januari lalu sampai 22 Januari.

Di antara persyaratannya adalah memiliki kemampuan hafal Alquran minimal 10 juz, mampu membaca Alquran dengan baik dan indah, se­r­ta rentang usia 22-40 tahun. Selain itu bersedia menjalani masa kerja selama dua tahun. Total ada tiga kategori imam masjid yang dicari dengan besaran gaji yang berbeda-beda.

Untuk imam masjid digaji Rp23.038.588/bulan (6.300 dirham), muazin digaji Rp19.381.669/bulan (5.300 dirham), dan musyrif  Rp15.724.750/bulan (4.300 dirham).

Definisi dan bidang kerja imam masjid, muazin, dan musyrif merujuk ketentuan Departemen Khotbah Awqaf UEA selaku pihak yang menyediakan gaji program pengiriman imam masjid itu. Departemen ini membuat kategori imam menjadi tiga kelompok. Yaitu, imam masjid, muazin masjid, dan musyrif masjid. Ketiganya memiliki peran yang sama: memimpin pelaksanaan salat dan bertanggung jawab terhadap kelestarian masjid.

Seorang imam masjid berperan sebagai koordinator yang bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas di masjid. Sedangkan muazin dan musyrif berada di bawah posisi imam masjid. Mereka menjadi pengganti bila sang imam berhalangan hadir.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |