Oleh
Saatnya Rakyat Beraksi
9 Januari 2018 - 09.29 WIB > Dibaca 196 kali
 
RIAUPOS.CO - TAHUN politik, demikian banyak orang memberi nama untuk tahun 2018 ini. Tak salah memang bila tahun ini diidentikkan dengan tahun politik, karena di tahun ini akan digelar pemilihan kepala daerah secara serentak untuk tahap kedua di seluruh Indonesia. Pilkada serentak kali ini lebih besar daripada pilkada tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah di 2018 ini, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Rakyat di daerah tersebut akan bergeliat seiring dengan dinamika politik yang berkembang secara cepat dalam menghadapi pemilihan kepala daerah itu.

Namun yang terpenting dari semua itu pada musim pilkada ini adalah, suara rakyat. Rakyat adalah penentu tunggal siapa yang akan duduk dalam perebutan kursi di pemerintahan ini. Sehingga mulai tahun ini, rakyat boleh bergembira karena para politikus dan para calon akan menjadi orang yang baik hati dan akan sangat perhatian kepada rakyat. Rakyat yang kesusahan ekonomi, antre membeli gas, kesulitan modal usaha, pengajian yang selalu sunyi serta segala kesulitan lainnya, akan terbantu oleh uluran tangan para dermawan yang mendadak sangat perhatian kepada nasib wong cilik. Jadi, rakyat kebanyakan harus juga ikut bersyukur dan bersukaria menyambut tahun politik ini. Kalau bisa mintalah apa-apa yang diinginkan kepada para tim sukses atau langsung kepada calon yang ikut bertarung dalam pilkada ini. Karena saat ini mereka sangat baik hati dan perhatian sekali.

Secara efektifnya, pembukaan pendaftaran pasangan calon kepala daerah dijadwalkan berlangsung mulai Senin (8/1). Sementara pemungutan suara untuk pilkada serentak ini ditetapkan pada 27 Juni 2018. Dan pada Senin kemarin hiruk pikuk di panggung perpolitikan sudah mulai bergemuruh. Para calon sibuk melobi sana-sini mencari perahu agar bisa dapat berlayar mengarungi lautan guna mencari suara rakyat demi legitimasi kedudukan di kursi eksekutif.

Para petinggi partai politik pun tak lepas juga dari kesibukkan mereka untuk menentukan siapa yang akan mereka usung demi keberlangsungan dan kelanggengan partai mereka dalam menakhodai negeri ini. Salah memilih orang, maka kekalahan juga akan berimbas kepada partai yang bersangkutan. Ini pekerjaan sulit dan membutuhkan energi besar. Maka jangan heran jika ada keluar air mata dari petinggi partai jika calon yang mereka bidik tidak kena sasaran.

Untuk rakyat sendiri, mungkin inilah saat untuk balas dendam secara politik. Mereka harus kembali membuka kenangan-kenangan lama, siapa-siapa tokoh atau politikus yang maju bersaing memperebutkan kursi kepala daerah, dulunya menyakiti hari mereka. Lihat kembali track record masing-masing calon. Siapa-siapa saja yang dulu pernah berjanji ini berjanji anu namun hanya kosong saja realitanya. Tau siapa saja yang pernah menyusahkan hidup rakyat banyak  dengan kebijakannnya, siapa yang  bejat perilakunya atau tidak terpuji kelakuannya, bisa menjadi salah satu alasan untuk memilih atau tidak memilih. Sudah bukan saatnya lagi rakyat saat ini memilih kucing dalam karung. Karena salah dalam memilih maka akan meranalah selama 5 tahun.

Selain para calon yang ikut bersaing, perlu juga rakyat melihat partai-partai yang mendukung majunya sang calon. Pilah-pilah lagi dan buka kembali memori lama. Parta-partai apa saja yang selama ini selalu menyengsarakan rakyat, berbuat tidak adil dan selalu jumawa, bahkan merasa tidak perlu rakyat maka saatnya balas dendam dengan tidak memilih calon yang diddukungnya. Simple saja bukan. Karena peran partai akan ikut berpengaruh juga dengan kebijakan sang calon penguasa jika dia terpilih dalam kontestasi pilkada. Dan ini harus disadari.

Dan jangan ikut-ikut melakukan aksi golput dengan tidak memberikan suara. Ini sebuah sikap apatis yang nantinya akan merugikan diri sendiri. Karena memilih kepala daerah adalah hak setiap warga negara dan jangan marah jika melihat ada ketidakberesan dalam penyelenggaraan negara, seperti premium yang subsidinya dicabut, atau gas yang tiba-tiba langka, ataupun rekening listrik melompat drastis. Jangan diam, bergeraklah lakukan perubahan. Salah satunya dengan mendatangi TPS dan menusuk gambar calon yang kita percayai amanah. Semoga negara ini makin baik dimasa mendatang.***
Opini | Tajuk Rencana | Surat Pembaca | Atan Bingit |