Depan >> Opini >> Opini >>
Oleh BAGUS SANTOSO
Dinamika Pilkada Serentak
8 Januari 2018 - 14.48 WIB > Dibaca 366 kali
 
RIAUPOS.CO - Menjelang dibukanya pendaftaran paket calon pemilihan kepala daerah (pilkada) partai politik (Parpol) masih saling menahan diri adu siasat dan strategi. Maka belum semua partai mengumumkan paket jagoan yang bertarung di arena pilihan Gubernur, Bupati , Wali Kota untuk pesta besar pilkada serentak 2018.

Meski pilgub Riau bagi elite politik pusat tidak kategori wilayah strategis seperti Jawa Barat,  Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara, tetapi pada wilayah pemetaan politik terimbas dengan keputusan politik yang menjurus kepada poros kekuatan politik pusat. Ibarat bermain catur, tak segan-segan mengorbankan pion, bidak bahkan benteng sekalipun. Buntutnya pada detik-detik akhir sejumlah partai mengubah dukungan.

Golkar sudah mengubah dukungannya di Pilgub Jawa Barat. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto mencabut dukungan terhadap pasangan calon Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang sebelumnya disahkan oleh Setya Novanto.

Golkar juga mengubah dukungan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, tragis akhirnya petahana

kehilangan tiket untuk berlaga di Pilgub Sumatera Utara. Lengkap penderitaan Erry kehilangan tiket usai surat dukungan yang diperolehnya dari Golkar, lalu diikuti, NasDem dialihkan ke Letjen Edy Rahmayadi.

Agenda deklarasi pasangan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (AYO) mendadak batal. Penundaan berselang sehari setelah konferensi pers terkait penyampaian agenda deklarasi yang sebelumnya direncanakan usai digelarnya jalan sehat lanjutkan kebersamaan Ahad( 7/1). Apakah penundaan itu pertanda pengalihan dukungan seperti di Sumut dan Jabar.

Jangan terburu buru menyimpulkan, sebab membaca peta politik tidak sama dengan melihat bakteri. Meski tak kasat mata tapi bisa dibantu alat mikroskop. Menurut Sekretaris DPD Golkar Provinsi Riau Rizaldi AM Abrus penundaan karena menyesuaikan jadwal Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartato. Yang pasti pasangan AYO meskipun sudah mendapatkan tiket VIP Golkar dan PDIP gagal deklarasi dari jadwal yang direncanakan.

Ridwan Kamil, Tengku Erry Nuradi terimbas mata angin politik tersebab pencabutan dukungan dari parpol. Lain lagi dengan yang terjadi di Jawa Timur. Bupati Banyuwangi Azwar Anas justru mengembalikan mandat penugasan sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur ke PDIP dan PKB. Sedianya Anas akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Azwar Anas me­ngundurkan diri dari gelanggang sebelum berperang.

Sementara itu langkah keberuntungan pilgub Riau berpihak pada  pasangan Syamsuar-Edy Natar (Sinar). Pergerakannya boleh dikatakan sangat halus tanpa banyak berkoar tetapi mendapatkan peluang pertama merebut panggung politik. Lalu ditabuh genderang deklarasi di Lapangan Bukit Senapelan, Ahad (7/1) siang setelah batal di kawasan MTQ sebab tidak diperbolehkan oleh pengelola kawasan Purna MTQ.

Pasangan Sinar melenggang setelah berhasil mengantongi tiket dari gabungan parpol PAN, PKS dan NasDem dengan kursi pas-pasan  yakni 13 sebagai persyaratan mutlak. Pasangan politisi yang birokrat yaitu Syamsuar, Ketua Golkar yang menjabat Bupati Siak menggandeng prajurit tentara pemberani Edy Natar Nasution.

Dengan menjauhkan kaca mata prediksi, kini masih “berkecamuk”. Calon peserta lainnya seperti Harris -Yopi Arianto, Firdaus, Rusli Efendi, Achmad, Lukman Edy, Edy Tanjung. Di antara mereka banyak yang memprediksi akan mudah meraup dukungan,  ternyata masih berkelebatan belum mendapat kepastian. Itulah dinamika politik, penuh teka-teki diselimuti misteri.

Sedangkan sesuai jadwal tahapan pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau 2018, pengumuman pendaftaran pasangan calon sudah terlewati. yakni 1-7 Januari. Selanjutnya, pendaftaran pasangan calon pada 8–10 Januari.

Maknanya tinggal ada waktu 2 hari lagi. Siapa dan berapa pasangan yang akan lolos menuju gelanggang? Bersabar saja sambil mengamati dinamika politik yang sulit diterka dan “dimantera”, meski diakui realita yang terjadi sememang pilgub di Riau susah di prediksi.***
Opini | Tajuk Rencana | Surat Pembaca | Atan Bingit |