Oleh
Catatan di Pilkades Desa Koto Raja Kecamatan Siak Kecil
26 Juli 2017 - 11.17 WIB > Dibaca 1281 kali
 
RIAUPOS.CO - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak khususnya di Kabupaten Bengkalis sudah usai. Namun ada beberapa catatan di Pilkades Desa Koto Raja, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis

Pertama, sebagian warga ada yang mengeluhkan pelaksanaan Pilkades dianggap penuh intrik, sebab sosialisasi ke masyarakat dianggap tak maksimal, sehingga banyak warga yang tak paham calon yang akan dipilih. Warga pun sebenarnya memaklumni, sebab ini pertama kalinya dilakukan pemilihan kepala desa serentak di Bengkalis, sehingga panitia (khususnya panita dari desa pemekaran masih belum pernah menyelenggarakan pilkades). Namun minimnya sosialisasi calon di Pilkades Koto Raja ini sangat disayangkan, berdampak pada hasil, karena banyak pemilih (warga) yang tak kenal calon dengan baik. Bukan hanya sosialisasi calon, tahapan Pilkades pun banyak warga yang tak tahu. Bahkan calon kepala desa mendapat undangan hanya melalui SMS saja, bukan surat resmi.

Kedua, panitia pengawas terkesan tidak transparan, dan tidak bekerja secara optimal mengawas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lapangan. Bahkan panitia pengawas bersikap acuh tak acuh, mungkin pengalaman Pilkades serentak ini menjadi perhatian bersama.

Ketiga, adanya KPPS yang terkesan tidak netral, seakan-akan menjadi tim sukses pada calon kepala desa tertentu. Ini patut disayangkan dan menjadi catatan untuk ke depannya, agar tidak lagi terjadi seperti ini. Pengalaman Pilkades serantak di Bengkalis ini hendaknya dikumpulkan (didata) dan dijadikan catatan untuk perbaikan pada tahun-tahun berikutnya.***

Budi Utomo, warga Koto Raja Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.
Opini | Tajuk Rencana | Surat Pembaca | Atan Bingit |