Sekolah Bayi, Seberapa Perlu?
Salah satu sekolah bayi di Malang. Foto: rumahcerdasmalang.blogspot.com

Sekolah Bayi, Seberapa Perlu?
Rabu 12 Januari 2014 - 08:28 WIB > Dibaca 2219 kali
 
Sekolah bayi? Untuk apa? Mungkin itu pertanyaan yang timbul dalam benak kita saat mendengar adanya baby school atau sekolah bagi para bayi. Sebagian dari kita mungkin beranggapan menyekolahkan bayi cuma sekadar mengikuti trend, atau kesempatan untuk melepaskan diri kerepotan mengurus si kecil yang terlalu aktif.

Laporan RINALTI OESMAN, Pekanbaru

NAMUN anggapan tersebut dibantah Devi Imelda Jhon, Konsultan Baby School Qurrota Ayun yang didampingi Drg Suci Rimadheni, sang pemilik sekolah bayi pertama di Pekanbaru tersebut. Menurutnya, salah besar jika beranggapan bayi belum memerlukan pendidikan. Sebab, sejak dalam kandungan pun anak-anak sudah bisa mendapat sentuhan pendidikan, seperti dibacakan ayat-ayat dari kitab suci.

Diakuinya, pendidikan bagi bayi sama sekali berbeda dengan metoda pengajaran pada anak usia sekolah. Pada prinsipnya, pendidikan bagi bayi dan anak usia dini lebih kepada pengenalan lingkungan, dan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekpresikan diri dengan apa yang ada di sekitarnya. Pola belajar sambil bermain tersebut secara tidak langsung mendidik anak untuk belajar hal-hal baru, sekaligus menemukan sendiri pemahaman tentang apa yang mereka lakukan.

‘’Rentang usia 2 hingga 7 tahun pada anak merupakan masa-masa penting dalam perkembangan mereka. Pada usia tersebut anak-anak bisa menjadi peneliti ulung, komunikator, sekaligus pelaku utama. Semua itu hanya bisa dicapai jika mereka diberi kesempatan dan fasilitas untuk mengekspresikan dirinya,’’ tutur Suci.

Adanya baby school, memungkinkan anak mendapat kegiatan yang mampu merangsang motorik kasar dan halusnya. Di tempat ini, mereka bebas bergulingan, merangkak, berdiri, berjalan, serta banyak aktivitas lain, yang tidak saja bermanfaat untuk fisiknya, tapi juga perkembangan otaknya.           

Tahun-tahun awal kehidupan anak merupakan masa perkembangan yang pesat, baik fisik, sosial, maupun emosional. Pada masa ini, bayi mulai menampilkan keterampilan bahasanya, walaupun masih dalam tahap mengoceh. Karenanya, sangat penting bagi anak untuk mendapat stimulasi agar kemampuan mereka berkembang sempurna.

Sebenarnya, menstimulasi bayi dan anak bisa bunda lakukan sendiri di rumah. Namun di tengah banyaknya aktivitas dan perhatian yang harus dibagi, keberadaan sekolah bayi bisa menjadi solusi terbaik. Bahkan, bagi bunda yang juga bekerja di luar rumah, baby school umumnya juga menyediakan fasilitas penitipan anak hingga waktu terentu.

Apalagi, baby school biasanya dilengkapi banyak fasilitas pendukung yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, serta kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang lain. Dan mengingat baby school merupakan lembaga pendidikan, tentu saja pengelola dan para guru memiliki metoda dan program pendidikan yang jelas dan terarah.

‘’Kami menggunakan metode Beyond Centre & Circle Time dari Creative School Florida. Dalam praktiknya, kamu menerapkan pemakaian bahan alami, seni, main peran, Imtaq, serta persiapan, dan belajar memasak,’’ tutur Suci dan Devi yang pernah tinggal cukup lama di luar negeri.

Bunda, baby school memang sudah lama keberadaannya di banyak kota besar. Kini dengan adanya sarana serupa di Pekanbaru, bunda-bunda yang selama ini kerepotan membagi waktu antara karir dan menyisihkan waktu berkualitas untuk si kecil, bisa lebih leluasa beraktivitas.

Hanya saja, sebaik apapun program yang anak-anak kita ikuti di sekolahnya, tetap saja bunda harus berperan serta dalam menjaga kontinuitasnya di rumah. Sebab, apa yang dipelajari anak di sekolah, tetap harus berkelanjutan di rumah, agar semua yang mereka pelajari tidak menjadi sia-sia. Jalin komunikasi aktif dengan para guru di sekolahnya, walau merupakan baby scool, sarana ini tetaplah sebuah sekolah yang lengkap dengan program pendidikan.

Mendidik anak memang sudah dimulai sejak sedini mungkin, demikian juga dengan para bayi. Walau belum bisa mengungkapkan perasaannya, mereka tetap memiliki rasa dan kepekaan seperti orang dewasa. Karenanya, pendidikan sejak dini bukan cuma merupakan slogan pemerintah, tapi saatnya kita ikut berperan dengan masa depan yang lebih baik bagi buah hati tercinta.***

Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |