VKontakte, Facebook ala Rusia Resahkan AS
Printscreen vk.com

VKontakte, Facebook ala Rusia Resahkan AS
Rabu 29 Desember 2013 - 17:26 WIB > Dibaca 604 kali
 
MOSKOW (RP) - Situs jejaring sosial buatan Rusia, VKontakte terancam dimejahijaukan oleh label rekaman dan film besar asal Amerika Serikat (AS). Situs dengan nama domain www.vk.com yang menyediakan layanan layaknya Facebook itu dituding secara terang-terangan membantu pencurian material berhak cipta alias melegalkan pembajakan.

Masalah muncul karena sudah beberapa tahun ini VKontakte menyediakan layanan yang memungkinkan ratusan juta penggunanya mengunggah sesuatu ke akun mereka. Dengan layanan ini, mereka yang tak memiliki akun VKontakte sekalipun bisa ikut menikmati bahkan berbagi file mulai dari mp3, film, e-book serta format digital lain secara gratis.

Menanggapi keluhan para pemilik hak cipta asal AS itu, situs yang juga menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa offisial dan berdiri sejak 10 Oktober 2006 tersebut mengaku telah menerapkan teknologi "sidik jari" seperti YouTube. Teknologi itu memungkinkan mereka mengetahui siapa yang telah mengunggah materi berhak cipta, sekaligus melacak siapa saja yang telah mengunduhnya.

Pejabat Kementerian Telekomunikasi Rusia Roskomnadzor seperti dikutip dari torrentfreak, Sabtu (28/12) meyakini, langkah tersebut telah cukup mencegah aksi pembajakan di VKontakte. Dia juga yakin pemerintah AS akan menghapus jejaring sosial terbesar kedua di Eropa setelah Facebook itu dari daftar hitam perusahaan asing yang melegalkan pembajakan.

Namun, langkah VKontakte yang didukung pemerintah Rusia tadi ternyata tak cukup. Label besar seperti Sony, Universal, EMI dan Warner tetap tak puas dan berencana membawa masalah itu ke pengadilan arbitrase di St Petersburg, selepas liburan tahun baru. Dasarnya, VKontakte dengan sengaja menyebar materi berhak cipta ke situs download gratis lain di internet.

Ketua Federasi Nasional Industri Musik dan Film AS, Leonid Agronov memastikan mereka sudah habis kesabaran menghadapi VKontakte. "Kami sudah empat tahun meminta mereka menghentikan pembajakan, tapi tak dihiraukan," tegas Agronov.

Federasi sempat meminta VKontakte membayar royalti pada artis yang karyanya dibajak. Namun, VKontakte menolak permintaan itu dengan alasan sama sekali tak terlibat atau mendapat keuntungan dari tindakan para pemilik akun. Sebab, VKontakte mendapat keuntungan dari iklan, bukan lantaran menerima fee dari materi legal yang disebar secara ilegal oleh pengguna.

Leonid menambahkan, pihaknya akan menuntut pemilik situs Doraview Limited agar menghapus setidaknya 6 ribu karya berhak cipta. Termasuk di antaranya adalah lagu Beyonce, 50 Cent, Eminem, Jay-Z, Madonna, Skrillex , Linkin Park, Metallica, dan Pink Floyd. (pra/jpnn)

Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |