Petani Itu Hebat
Gema Setara
Petani Itu Hebat
31 Juli 2016 - 13.29 WIB > Dibaca 5755 kali
 
Sekarang jangan memandang sebelah mata pada petani. Kalau dulu bolehlah petani tidak dipandang dan dianggap pekerja yang tidak diharapkan. Itu dulu, sekarang buang jauh-jauh pikiran itu, karena dari petanilah manusia di dunia ini hidup. Andaikan tidak ada petani yang mau menanam padi, tentu tidak ada beras.

Andaikan tidak ada petani yang menanam buah-buahan tentu kita sekarang tidak pernah merasakan apa rasanya buah anggur, apa rasanya buah jambu, apa rasanya buah-buahan tempatan lainnya. Sekarang jangan malu menjadi petani. Petani itu orang hebat, orang yang mampu memberikan kehidupan bagi manusia di muka bumi ini.

Wikipedia menyebut, petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman seperti padi, bunga, buah dan lain lain, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.

Mereka juga dapat menyediakan bahan mentah bagi industri, seperti  buah untuk jus, dan wol atau kapas untuk penenunan dan pembuatan pakaian.

Setiap orang bisa menjadi petani  asalkan punya sebidang tanah atau lebih, walau ia sudah punya pekerjaan bukan sebagai petani. Maksud dari kalimat tersebut bukan berarti pemilik tanah harus mencangkul atau mengolah sendiri tanah miliknya, tetapi bisa bekerjasama dengan petani tulen untuk bercocok tanam di tanah pertanian miliknya.

Apabila ini diterapkan, berarti pemilik tanah itu telah memberi pekerjaan kepada orang lain walau hasilnya tidak banyak. Apabila bermaksud mengolah sendiri, tentu harus benar-benar bisa membagi waktu, tetapi kemungkinan akan kesulitan kalau tanahnya lebih dari satu petak.

Di negara miskin atau kebudayaan pra-industri, kebanyakan petani melakukan pertanian subsisten, sebuah sistem pertanian organik yang mendayagunakan rotasi tanaman, penyisihan benih, tebang dan bakar, atau metode lainnya.

Di negara maju, petani memiliki sebidang lahan yang luas dan pembudidayaan dilakukan dengan memanfaatkan mesin pertanian untuk mendapatkan efisiensi tinggi. Dengan menggunakan mesin, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi jauh berkurang.

Di Riau keberadaan petani sangat diperlukan, terutama bagi petani yang bergerak di sektor pertanian tanaman pangan khususnya petani padi, mengapa? Karena mengutip kontan.co.id   Riau tahun ini kekurangan beras sekitar 428.000 ton, lantaran produksi beras setempat tidak mampu memenuhi kebutuhan wilayah provinsi itu.

Keperluan akan beras di Riau mencapai 670.000 ton per tahun, sementara yang mampu dipenuhi hanya 242.000 ton. Keperluan beras di provinsi tersebut dalam lima tahun terakhir selalu tergantung atau dipenuhi pasokan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan bahkan dari luar negeri.

Tiga provinsi tersebut selama ini masih menjadi pemasok utama untuk menutupi kekurangan stok beras dan terkait masalah inflasi nasional, juga berdampak pada wilayah Riau.

Dengan lahan pertanian terutama areal persawahan padi seluas 139.816 hektare mampu produksi sebesar 274.379 ton, pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan areal luas tanam menjadi 141.848 hektare, sehingga produksi beras di Riau meningkat.

Lihatlah kenyataan yang ada di Riau, hanya luas perkebunan kelapa sawit saja yang terus bertambah, lahan-lahan pertanian produktif sudah beralih fungsi. Tak tersisa lagi untuk lahan pertanian, padahal manusia hidup perlu makan, makanan pokok masyarakat masih tetap beras, kalau kondisi sekarang terus terjadi Riau bakal terancam.

Petani itu hebat, sekarang mari kita bertani, sebab dari petanilah manusia hidup, mewariskan keturunan hingga ke anak cucu. Mari jadi petani.***

Gema Setara - (Redaktur Pelaksana Harian Riau Pos)




Cerita Pendek | Esai | Sajak | Catatan Akhir Pekan | Ranggi | Alinea | Buku |