Riaupos.co
19/01/2020
 

Masih Ada Mimpi Eropa
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:34 WIB
 

GIAUSEPPE (RIAUPOS.CO) -- Harga diri Antonio Conte sebagai allenatore top Serie A hancur, Rabu (11/12) dinihari WIB.

The Godfather, julukan Conte, tak mampu memanfaatkan kesempatan dengan Barcelona yang bermain dengan bukan tim terbaiknya di Giuseppe Meazza, Milan. Bukannya memenangi laga, Samir Handanovic dkk malah takluk 1-2. Padahal dalam laga lainnya, Borussia Dortmund mengalahkan Slavia Praha 2-1.

Conte tak mampu melanjutkan suksesnya tembus fase knockout bersama Chelsea musim 2017–2018. Sekaligus gagal membayar ekspektasi sukses dobel di domestik dan Eropa seperti yang dimau Zhang Jindong, owner Inter.

"Conte bakal mencoba membawa pulang Liga Europa. Hanya itu dia bisa membayarnya," klaim mantan rekan setim Conte di timnas Italia, Alessandro Costacurta, yang kini jadi pandit di Sky Sport Italia itu.

"Liga Champions ini jadi ujian pertamanya. Meski dia gagal," sambung Costacurta. Uniknya bukan hanya Conte yang bermimpi di level kedua turnamen antarklub Eropa musim ini. Di sisi lain, bagi Conte, mencicipi Liga Europa bak menapaktilasi pengalamannya ketika musim terakhirnya bersama La Vecchia Signora, julukan Juve. Saat itu, Juve juga mentok cuma sampai fase grup tapi mampu melaju hingga semifinal Liga Europa 2013 – 2014.

"Kami merasa masih layak melajutkan langkah kami di Liga Champions," sesal allenatore dengan 39,2 persen kemenangan di Liga Champions itu, kepada Sky Sport Italia.

Dia pun meminta anak asuhnya tak meratapi kegagalan di Liga Champions dan meminta mereka melampiaskannya di Serie A, Liga Europa atau Coppa Italia. "Aku berkata pada mereka untuk mengangkat kepala kami lagi. Kami masih mempunyai dua laga (Serie A) sebelum Natal, di situlah kami harus berfokus," tambah Conte.

Meski begitu, pekerjaan rumah Conte lebih berat. Lebih dari sekadar mencari kedalaman skuad seperti yang selalu dia sebut. Dari segi taktikal, skema 3-5-2 yang dia aplikasikan musim ini sudah mudah ditebak. Salah satunya jika lawan juga menumpukan serangannya lewat kedua sayap. Seperti yang dilakukan Barca kemarin.

Entrenador Barca Ernesto Valverde bahkan me-mirroring formasi 3-5-2 Conte. Apesnya Inter justru kalah penguasaan bola dari Ivan Rakitic dkk.

"Saat Conte mengklaim skor 1-2 telah membunuh timnya, itu sudah menunjukkan betapa rapuhnya tim ini dalam 20 menit akhir," ulas La Gazzetta dello Sport.

Kapten Inter Milan Samir Handanovic mengatakan, timnya sudah berjuang begitu keras. Sayangnya hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.

"Kami kekurangan gol di babak kedua. Kami menyerang dan mendapatkan peluang. Kami tahu bahwa mereka bisa bermain dengan baik dalam skema serangan balik," ujar Handanovic ke Sky Sport Italia usai laga. "Tim jadi merenggang dan kami kehabisan banyak energi. Kami sudah mencoba segalanya, namun kami harus terus berjalan," lanjutnya.

Apa yang dialami Inter di Liga Champions sangat kontras dengan perjalanan mereka dalam ajang Serie A. Seperti yang diketahui, mereka sedang memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin atas juara bertahan, Juventus.

Handanovic mengakui bahwa kegagalan di Liga Champions telah membuat timnya terpukul. Namun harapannya, torehan buruk itu tidak mempengaruhi performa Nerazzurri di Serie A. "Ini adalah kekalahan yang membakar, namun semoga ini tidak memberikan pengaruh ke liga, kami akan menjalani dua laga sebelum jeda, kami harus mengisi ulang dan mencari tenaga mental," tambahnya.

"Kami pantas untuk lolos, namun gagal. Kami harus membangun diri dari pengalaman dan berjalan ke depan. Masalahnya adalah kami mengalami naik dan turun dalam laga yang sama," ujar pria asal Slovenia tersebut.(ren/eca)

Laporan JPG, Milan




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |