Riaupos.co
19/01/2020
 
Januari, Pemprov Tetapkan Siaga Darurat
syamsuar

Januari, Pemprov Tetapkan Siaga Darurat
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:12 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Bumi Lancang Kuning diperkirakan bakal kembali mengalami kemarau panjang yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun depan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun menetapkan darurat siaga karhulta pada Januari 2020, dengan alasan pencegahan sejak dini.

Pada tahun ini, karhutla di Provinsi Riau telah menghanguskan lahan seluas 9.713,80 hektare yang ter­sebar di 12 kota/kabupaten. Dampak dari kebakaran itu, kabut asap menyelimuti hampir seluruh wilayah hingga proses belajar mengajar diliburkan mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), SMP, SMA dan universitas.

Tak hanya itu saja, Pemprov Riau menetapkan siaga darurat pencemaran udara. Hal ini, kualitas udara hampir seluruh wilayah Bumi Melayu berada dalam kategori level berbahaya dan berada di atas 300 PSI dalam beberapa hari.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan, Provinsi Riau bakal mengalami musim kemarau sebanyak dua kali di 2020 yakni pada bulan Februari-Maret dan Juni-Agustus. Informasi itu, kata Syamsuar, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang diterimanya.

Riau kena dua kali musim kemarau tahun depan. Pertama Februari-Maret,  ini kan baru perkiraan, bisa iya bisa tidak. Tapi kita harus antisipasi sejak awal," ungkap Syamsuar pada rapat koordinasi gubernur bersama forkopimda, serta bupati/walikota se-Provinsi Riau dalam rangka persiapan Natal 2019 dan tahun baru 2020, Rabu (11/12).

Untuk itu, sambung Syamsuar, pihaknya bakal menetapkan siaga darurat karhula lebih awal bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana pada 2019, siaga darurat karhutla di Februrari berlangsung selama sembilan bulan.

"Tahun 2019, penetapan siaga darurat pada Februari. Kalau tidak ada perubahan dari BMKG kita tetapkan (siaga darurat) lebih cepat di Januari 2020 untuk mengantisipasi kebakaran lahan di Februari-Maret dan menghadapi musim kemarau itu," jelas mantan Bupati Siak.

Lanjut Syamsuar, pihaknya juga memiliki strategi dan progam untuk mengantiaspasi kebakaran lahan yang terus terjadi di Provinsi Riau. Di antaranya pemberdayaan ekomoni masyarakat serta program hutan sosial. Namun, untuk mewujudkan ini diperlukan dukungan dan kerja sama dengan pemerintah daerah kota/kabupaten.

"Program hutan sosial ini mesti harus ada usulan dari kota/kabupaten. Seperti Tesso Nilo yang berada di Pelalawan. Kalau usulkan tidak ada gimana kita mau membuat programnya," jelas Syamsuar.(rir)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |