Riaupos.co
12/12/2019
 
Petani Sawit Jangan Mudah Terprovokasi
SERAHKAN PATAKA:Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Ir Gulat Medali Emas Manurung MP menyerahkan pataka usai melantik Santha Buana Kacaribu SP MM sebagai Ketua DPW Apkasindo Riau di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (3/12/2019). Humas Apkasindo

SANTHA BUANA JABAT KETUA DPW APKASINDO RIAU
Petani Sawit Jangan Mudah Terprovokasi
Selasa, 03 Desember 2019 - 20:20 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) --  Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Ir Gulat Medali Emas Manurung MP, melantik Santha Buana Kacaribu SP MM sebagai Ketua DPW Apkasindo Riau bersama puluhan jajaran pengurus harian lainnya di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (3/12). Pelantikan ini juga disaksikan Gubernur Riau H Syamsuar MSi.

Usai melantik pengurus DPW Apkasindo Riau, Gulat Manurung mengatakan, sebagai petani dirinya memberikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo karena banyak memberikan perhatian yang besar terhadap petani sawit.

''Apalagi saat ini 47 persen ekonomi Riau ditopang dari sektor sawit. Ini menunjukkan begitu besar peran petani sawit dalam menggerakan roda ekonomi. Bahkan di sekala nasional, Indonesia khususnya Riau harus bangga karena saat ini ekspor CPO dari sawit menjadi  penghasil devisa yang terbesar mengalahkan migas," ucap Gulat.

''Indonesia khususnya Riau harus bangga karena saat ini menjadi penghasil devisa yang besar di sektor sawit, apalagi untuk mendukung itu, saat ini sudah hadir kampus politeknik sawit di Kampar. Tidak hanya itu melalui dana BPDPKS banyak juga anak anak petani sawit yang sudah mendapatkan beasiswa. Dan kami di Apaksindo sangat tak mentolerir adanya kebakaran di lahan kami dan masyarkat," papar Gulat.

Sementara itu, Gubernur Riau H Syamsuar MSi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa sawit telah menjadi sektor andalan tak hanya bagi Riau, namun juga nasional. Untuk itu adanya kerja sama yang baik antar seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan agar industri sawit tidak terus menjadi sasaran kampanye negatif di luar negeri.

''Kebakakaran yang lalu telah menjadi pelajaran berharga, kebakaran lahan di Indonesia telah menjadi sorotan internasional, bahkan antara sesama kita di Indonesia saling menyalahkan. Bahkan sejumlah negara Uni Eropa memboikot CPO dari kita, akibatnya harga TBS menurun. Padahal kebakaran ratusan ribu kektare juga melanda Amerika, Australia bahkan Rusia di Eropa, tak ada yang ribut,'' ucap Syamsuar.

Untuk itu dirinya berharap agar semua pihak dapat saling bersinergi dan tidak mudah terprovokasi yang justru akan merugikan bangsa sendiri. ''Bahkan Presiden RI Joko Widodo sangat komit untuk sektor sawit ini, bahkan pemerintah sudah mencanangkan penggunaan biodiesel B-20 dan B-30, kalau ini sudah dapat berjalan saya yakin harga sawit akan naik pesat,'' ucap Syamsuar

Syamsuar memberikan selamat kepada pengurus DPP Apakasindo Riau 2019-2020 yang baru dilantik. Harapannya dengan pelantikan ini bisa membatu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di Riau. Namun yang terpenting lagi kata Syamsur dimana masalah Karhutla masalah yang terbesar masyarakat Riau, untuk itu diminta komitmen dari Apkasindo agar sama sama memerangi karhutlah ini.

"Apa yang disampikan ketua DPP Apkasindo yang begitu menggebu untuk mencegah karhutla kedepannya. Dengan komitmen ini kami dari pemerintah sangat berterimakasih karena masalah karhutla ini tanggungjawab kita bersama. Kami dari pemerintah sendiri sudah mempersipakan alat untuk membuka lahan tanpa membakar dan kami juga akan menghimbau perusahaan perusahaan membantu petani untuk membuka lahan tanpa bakar," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua DPW Apkasindo Riau, Santa Buana SP MM mengatakan, suatu kehormatan kepadanya karena dipercaya menjadi ketua DPW Apkasindo Riau masa jabatan 2019-2024. Hal ini katanya tentu butuh dukungan semua pihak terkhusus pemerintah Riau untuk mewujudkan Sawit Berkelanjutkan yang saat ini dicanangkan.

"Ini merupakan tantangan yang berat apalagi saat ini banyak permasalahan yang dihadapi petani sawit terutama petani yang berada dikawasan hutan dimana peran pemerintah ini sangat dibutuhkan dalam mencari solusinya. Selain itu ada juga masalah harga TBS yang cenderung rendah sekali untuk bisa masuk ke PKS PKS uyang di Riau. Karena itu kami juga butuh dukungan pemerintah untuk mendorong PKS PKS membeli TBS dengan harga standar dan yang terakhir ada masalah karhutla yang selalu mengindikasikan petani yang sudah membakar lahan, padahal Apksindo mengutuk keras pembakar lahan dan berkomitmen untuk mencegah karhutla di daerah kota dan kabupaten yang ada di Riau ini," ucapnya.
Editor: Erizal
 




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |