Riaupos.co
12/12/2019
 
RS Awal Bros Pekanbaru Taja Beragam Kegiatan
Peserta senam sehat foto bersama usai mengikuti beragam kegiatan di Hari Diabetes Sedunia yang ditaja oleh RS Awal Bros Pekanbaru, Sabtu (16/11/2019). (RS AWAL BROS FOR RIAU POS)

PERINGATI HARI DIABETES SEDUNIA
RS Awal Bros Pekanbaru Taja Beragam Kegiatan
Senin, 18 November 2019 - 12:22 WIB
 

PEKANBARU (rIAUPOS.CO) -- Untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh setiap 14 November,  RS Awal Bros Pekanbaru melaksanakan berbagai kegiatan menarik, Sabtu (16/11). Kegiatan tersebut  di antaranya senam diabetes, pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar awam.

 

Direktur RS Awal Bros Pekanbaru, dr Jimmy Kurniawan MKK menjelaskan, selain senam diabetes juga digelar senam zumba, healthy cooking serta edukasi kesehatan bersama dua  narasumber yakni dr Irma Wahyuni SpPD dan dr Eka Maya Sari Sp GK.

"Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di berbagai cabang RS Awal Bros Grup lainnya di seluruh Indonesia. Kami berharap dengan adanya edukasi kesehatan ini masyarakat lebih paham apa itu penyakit diabetes dan bagaimana cara penanganan tepatnya," ucapnya.

Sementara itu, dr Irma Wahyuni SpPD mengatakan, gejala-gejala penyakit diabetes di antaranya sering buang air kecil, sering lapar, mudah halus, tambahan lainnya seperti ada gatal-gatal yang tidak hilang-hilang, penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas, disfungsi seksual potensi terus yang tidak sembuh-sembuh yang makin hancur rontok.

Bahkan, akibat kurangnya pengetahuan terhadap gejala-gejala tersebut membuat masyarakat enggan untuk mendeteksi secara dini dirinya punya risiko diabetes atau tidak. “Sebenarnya semua faktor risiko itu bisa deteksi lebih dini dengan mulai menjalankan gaya hidup sehat,’’ ujarnya.

"Pasalnya ke depan, risiko diabetes itu akan meningkat pada usia muda. Jadinya kalau saya bilang di usia 45 tahun baru risiko diabetes, tapi saat ini penyakit diabetes datang dan muncul pada umur 20 tahunan. Dan banyak sekali yang sudah dengan komplikasi benda sehingga ada pergeseran prevalensi penyakit," tambahnya.

Pengetahuan keluarga dalam hal penyakit diabetes ini sangat penting agar dapat meminimalisir faktor risiko anggota keluarganya terkena penyakit yang banyak merenggut jiwa.

"Empat dari lima keluarga di Indonesia tidak tahu kalau anggota keluarganya memiliki risiko terkena diabetes. Itu sebabnya pentingnya pengecekan kesehatan secara berkala, dan memperbaiki pola hidup sehat agar dapat mencegah diri dari penyakit diabetes," terangnya.(das)

Laporan: PRAPTI DWI LESTARI




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |