Riaupos.co
13/11/2019
 
Nelayan Sungai Apit Tewas Tersambar Petir
Jenazah nelayan Disrianto yang diduga tewas tersambar petir berada di rumah duka Dusun Benio, Kampung Harapan, Kecamatan Sungai Apit, Jumat (8/11/2019). (KAPOLSEK SUNGAI APIT FOR RIAUPOS.CO)

Nelayan Sungai Apit Tewas Tersambar Petir
Jumat, 08 November 2019 - 21:05 WIB
 
SIAK (RIAUPOS.CO) -- Seorang nelayan warga Kecamatan Sungai Apit ditemukan warga tewas di pondok ladang Tanjung Pelelang Kampung Harapan, Kecamatan Sungai Apit, diduga terkena sambaran petir.

Saat ditemukan, korban bernama Disrianto (38) telentang kaku berpakaian baju kaos warna putih ada tanda hangus robek pada bagian sebelah kanan. Saat itu dia juga memakai jaket dan celana jeans pendek. Warga M Nasir (58) dan Efendi (60) yang melihat korban telah telentang pondok ladang sekitar pukul 07.00 Wib, Jumat (8/11).

Kapolres Siak melalui Kapolsek Sungai Apit Iptu Yudha Elfiar SH setelah mendapatkan informasi tersebut beserta 5 anggota Polsek Sei Apit yang piket turun ke lokasi dan olah tempat kejadian perkara.

"Kita langsung turun ke lapangan. Korban diduga tersambar petir saat sedang mencari ikan," jelasnya.

Untuk memastikan penyebab meninggal, Polsek Sungai Apit membawa korban ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan luar mayat. Dari hasil visum bahwa ditemukan luka robek di dahi, dada sebelah kanan, pinggul dan paha sebelah kanan hangus dan ponsel di dalam saku celana sebelah kanan bagian depan rusak terbakar yang diduga disambar petir. Cuaca pada malam hari hujan deras disertai petir keras.

"Tidak ada ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuhnya. Korban dimakamkan keluarga di pemakaman umum Dusun Benio Kampung Harapan," ungkap Yudha.

Kronologis kejadian, korban Disrianto yang bekerja sehari- hari sebagai nelayan pergi mencari udang di perairan Sungai Siak tepatnya di Tanjung Pelelang Dusun Benio Kampung Harapan Kamis  (7/11/2019) dan sekitar pukul 23.00 WIB pulang ke rumahnya  mengantar udang hasil tangkapannya. Pada hari Jumat (8 /11/2019) sekitar pukul 01.00 WIB, korban kembali melanjutkan mencari udang. Pada pukul 07.00 WIB, warga M Nasir yang akan berladang dan saat sampai di pondok dia menemukan sesosok jasad laki -laki yang tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Selanjutnya M Nasir memanggil warga lainnya, Efendi, untuk melihat siapa sosok mayat tersebut. Ternyata mayat tersebut adalah Disrianto yang merupakan warga Dusun Benio Kampung Harapan dengan kondisi tubuh telentang kaku.

Kemudian  M Nasir dan Efendi menyampaikan penemuan mayat tersebut ke pada warga lainnya dan melaporkan Polsek Sungai Apit.

Laporan: Wiwik Widaningsih



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |