Riaupos.co
19/11/2019
 
Derbi Milik De Ligt 
Selebrasi: Pemain Juventus Matthijs de Ligt melakukan selebrasi usai menjebol gawang Torino dalam lanjutan Serie A, Ahad (3/11/2019). (reuters)

Derbi Milik De Ligt 
Senin, 04 November 2019 - 11:08 WIB
 

TURIN (RIAUPOS.CO) -- Matthijs de Ligt punya label baru. Selain bek termahal Serie A musim ini, dia juga termasuk bek Serie A yang sering lolos dari pantauan wasit ketika melakukan handball. Seperti yang terjadi pada Derby della Mole menghadapi Torino di Olimpico Grande Torino, Turin, kemarin WIB (3/11). 

Pada menit kesebelas, bola dari heading Andrea Belotti mengenai tangan De Ligt. Tapi, wasit Daniele Doveri tak memberikan penalti bagi Il Toro, julukan Torino. Dalam 11 giornata, De Ligt sudah empat kali melakukannya. Selain lawan Torino, dia juga pernah menyentuh bola saat melawan Inter Milan (7/10), Bologna (20/10), dan Lecce (26/10). 

Namun, hanya ketika lawan Inter yang tertangkap Video Assistant Referee (VAR) dan dihadiahi penalti. "Lengannya (De Ligt) lebar dan itu jelas penalti. Sama seperti saat melawan Lecce, aku tak tahu mengapa penalti itu tak diberikan ke kami," sebut Presiden Torino Urbano Cairo, dikutip Calciomercato. 

De Ligt punya alibi yang menguatkan bahwa situasi itu tak layak berbuah penalti. "Aku hanya berdiri seperti itu dan bola mengenaiku," kilah De Ligt saat diwawancarai DAZN.  "Aku tahu, itu jelas bukan penalti karena apabila sesuai aturan jika tanganku menjulur ke bawah maka itu bukanlah penalti," ujarnya.

Bukan hanya mewarnai derbi di Italia pertama dengan kontroversi. Matthi, sapaan karib De Ligt, juga menandainya dengan gol pada menit ke-70. Gol itu jadi gol pertama De Ligt usai dibeli La Vecchia Signora, julukan Juve. Di usianya yang baru 20 tahun 82 hari, De Ligt masuk dalam daftar lima pencetak gol termuda Derby della Mole setelah Felico Borel, Bruno Nicole, Menti, dan Guglielmo Gebetto. 'Laga yang spesial bagiku," klaim bek timnas Belanda itu.

Allenatore Juve Maurizio Sarri tak mau membahas polemik penalti atau tidaknya sentuhan tangan De Ligt dengan bola. Dilansir Football Italia, Sarri malah memuji De Ligt dan tidak khawatir dengan awal musimnya yang keteteran. Termasuk sering melakukan error. "Dia masih muda, datang dari liga yang jauh dari soal taktis ketimbang Serie A. Wajar apabila dia perlu masa adaptasi, dan dia akan membaik," harap Sarri.(ren/bas/jpg)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |