Riaupos.co
19/11/2019
 
Pengalaman Sarwendah Siapkan MPASI Untuk Buah Hatinya
Sarwendah bersama buah hati (Thalia dan Thania) serta keluarganya. (Instagram Sarwendah)

Pengalaman Sarwendah Siapkan MPASI Untuk Buah Hatinya
Jumat, 01 November 2019 - 11:36 WIB
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sarwendah Tan selalu mencari tahu banyak informasi seputar cara mengasuh dalam masa tumbuh kembang buah hatinya. Dua putrinya, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, selalu diberikan kecukupan gizi yang baik oleh istri Ruben Onsu tersebut.

Sarwendah sangat memahami bahwa makanan terbaik untuk anak selama 1000 hari pertama adalah ASI. ASI eksklusif wajib diberikan dari usia nol sampai 6 bulan, lalu dilanjutkan dengan Makanan Pendamping (MP) ASI hingga anak usia 2 tahun. Anak ASI akan lebih sehat dan tidak rentan sakit.

Dalam acara Mother and Baby Fair 2019 di Kota Kasablanka, Kamis (31/10), Sarwendah bercerita banyak soal pengalamannya seputar pemberian MPASI. Pengalaman itu dimulai ketika dia mempersiapkan bubur bayi MPASI untuk buah hati pertamanya.

“Ibu-ibu lebay sangat over protective ke anak ingin kualitas yang terbaik buat anak. Saat bikin bubur bayi pertama kali yaitu MPASI sempat gagal juga, encer atau kelembekan. Bikin frustasi deh. Seharusnya waktu makannya jam sekian, malah jadi lewat. Sempat sedih tuh. Makanya akhirnya saya fokus gimana cara bikin buburnya biar enak,” jelasnya.

Sampai usia 2 tahun, Sarwendah selalu memberikan MPASI untuk Thalia. Ia pun sedang mempersiapkan ide MPASI untuk Thania.

“Kadang anak maunya macam-macam ya. Ada yang mau teksturnya lembut, atau dicincang. Belajar dari pengalaman sekarang kayaknya tinggal pikirin topping-nya saja. Mau buah, sayur, atau daging persiapkan untuk anak kedua nanti,” katanya.

Selain itu,Sarwendsh juga selalu melihat label bubur bayi atau MPASI dengan kandungan gizinya. Salah satunya kandungan zat besi, vitamin, dan mineral.

“Ingin cari yang terbaik untuk anak, makanan yang difortifikasi dan aman sesuai standar. Agar nutrisinya terpenuhi,” ujarnya.

Sebab, kata dia, di saat ibu terlalu lama memasak atau gagal menyiapkan MPASI, hal ini akan mengurangi waktu bonding bersama anak. Dia berharap para ibu tak repot lagi atau kebingungan dalam menyiapkan MPASI dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.

“Lebih penting bonding time daripada masak time. Sehingga anak lebih happy saat makan,” ungkapnya.




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |