Riaupos.co
22/11/2019
 
Mau Tahu Beda Melahirkan dengan Bantuan Bidan dan Dokter Kandungan?
Ketahui perbedaan antara melahirkan dengan bantuan bidan dan dokter kandungan. Keputusan yang tepat akan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Melahirkan dengan Bantuan Bidan dan Dokter Kandungan, Ini Bedanya (Gorodenkoff/Shutterstock)

Mau Tahu Beda Melahirkan dengan Bantuan Bidan dan Dokter Kandungan?
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:30 WIB
 
(RIAUPOS.CO)-  Meski waktu persalinan sudah dekat, mungkin saja sebagian dari Anda masih bingung memilih antara melahirkan dengan bantuan bidan atau dokter kandungan. Dua-duanya adalah tenaga medis yang terlatih, akan tetapi ada perbedaan mendasar yang harus Anda ketahui.

Beda bidan dengan dokter kandungan.

Perbedaan bidan dan dokter kandungan pertama-tama terletak pada masa studi pendidikannya. Profesi bidan dengan gelar Ahli Madya (A.Md.Keb) bisa diperoleh melalui pendidikan vokasi atau diploma III hanya dengan 3-4 tahun masa studi.


Sementara itu, untuk mendapatkan gelar dokter ahli kebidanan dan kandungan, seseorang harus menempuh masa studi tiga kali lebih panjang daripada masa studi bidan.

Untuk mencapai gelar ahli kebidanan dan kandungan (SpOG), seseorang harus mendapatkan gelar dokter umum (dr.) terlebih dulu, yang ditempuh dalam waktu 5,5-6,5 tahun.

Setelah itu, orang tersebut harus melanjutkan program spesialis, paling sedikit selama 4,5 tahun. Jadi, dokter kandungan harus menempuh total masa studi sekitar 10-11 tahun.

Perbedaan masa studi bidan dan dokter kandungan berbeda karena kurikulum pendidikannya pun tak sama. Otomatis, kompetensi dan wewenang keduanya pun memiliki porsi masing-masing.

Kurikulum pendidikan bidan menekankan pada proses kehamilan dan persalinan yang bersifat alami. Oleh sebab itu, bidan hanya memiliki wewenang untuk membantu persalinan yang normal, tidak berisiko dan tidak ada penyulit.

Namun, apabila ibu hamil memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau mengalami perdarahan, bidan harus merujuk ke dokter kandungan untuk dilakukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Selain menangani kehamilan dan persalinan yang normal, dokter kandungan juga harus mampu mengelola kehamilan dan persalinan yang berisiko tinggi atau mengalami komplikasi. Itulah sebabnya, dokter kandungan memiliki wewenang untuk melakukan operasi atau tindakan medis lainnya bila diperlukan.

Perbedaan berikutnya ada pada lokasi dan biaya melahirkan. Dokter kandungan umumnya hanya melayani proses melahirkan di rumah bersalin atau rumah sakit. Ini karena dokter membutuhkan perlengkapan dan peralatan khusus, seperti alat untuk memantau janin dan ruang operasi.

Hal ini agar dokter bisa melakukan evaluasi dan tindakan sesegera mungkin kalau-kalau terjadi komplikasi pada persalinan. Sedangkan, bidan bisa membantu proses persalinan normal di klinik, rumah bersalin atau bahkan di rumah pasien.

Dilihat dari segi fasilitas dan penanganan, tak heran bila biaya yang dikeluarkan untuk melahirkan di dokter kandungan tentu lebih tinggi ketimbang di bidan.
1 dari 2 halaman
Mana yang lebih baik?

Seperti yang telah dijelaskan, kedua profesi ini – bidan dan dokter kandungan – sama-sama tenaga medis yang terlatih, sehingga sama baiknya dan saling melengkapi.

Keberadaan bidan sendiri membuat beban kerja dokter kandungan sedikit berkurang, sehingga bisa memprioritaskan persalinan pada ibu hamil berisiko tinggi atau yang mengalami komplikasi.

Selama kehamilan sehat dan tidak ada hal-hal yang akan menghambat proses persalinan normal, maka Anda bisa melahirkan dengan bantuan bidan.

Namun, bila kehamilan bermasalah di tengah jalan, hamil kembar atau mengalami persalinan prematur, maka Anda akan dirujuk ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Begitu juga bila sedari awal kehamilan Anda sudah dianggap berisiko tinggi, seperti misalnya ada kondisi medis yang mempersulit kehamilan atau memiliki riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya. Dalam hal ini, kunjungan prenatal maupun persalinan akan dibantu oleh dokter kandungan.
Jadi, sebaiknya pilih bidan atau dokter?

Sesungguhnya, memilih untuk melahirkan dengan bantuan bidan atau dokter kandungan tergantung pada sejumlah faktor. Beberapa yang perlu dipertimbangkan adalah pengalaman melahirkan yang diinginkan, tempat melahirkan yang dipilih, kondisi kehamilan, serta pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan.

Untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan Anda, berkonsultasilah dengan keduanya. Ajak juga pasangan atau orang terdekat untuk menemani Anda saat konsultasi agar dapat memberikan masukan sebelum Anda memutuskan pilihan.

Satu hal lagi yang tak kalah penting, yakni soal kenyamanan. Apapun pilihan Anda, bidan atau dokter kandungan, yang terpenting adalah memilih tenaga medis yang benar-benar membuat Anda merasa nyaman menjelang masa melahirkan. Yaitu, yang enak diajak berkomunikasi, mampu memahami dan menghormati keinginan Anda, serta memiliki cara kerja yang cocok bagi Anda dan pasangan. Terkait hal ini, hanya Anda yang bisa menentukannya.


Sumber klikdokter
Editor: Deslina





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |