Riaupos.co
19/11/2019
 
Ini 3 Pola Hidup Sehat Bagi Penderita Autoimun

Ini 3 Pola Hidup Sehat Bagi Penderita Autoimun
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:29 WIB
 

(RIAUPOS.CO) -- Penyakit autoimun merupakan kondisi imun tubuh menyerang tubuh penderitanya. Beberapa penyakit autoimun yang sering menyerang antara lain lupus eritematous sistemik (SLE), diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, celiac disease, inflammatory bowel disease (IBD), dan multiple sclerosis.

Penyakit autoimun memang tak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat.

Tak sedikit mereka yang terdiagnosis penyakit autoimun merasa patah semangat untuk sembuh, karena sampai saat ini penyakit tersebut belum dapat disembuhkan secara total. Pemberian obat-obatan pada penderita hanya bersifat membantu mengurangi gejala yang muncul.

Kerjanya adalah dengan menenangkan reaksi peradangan, sehingga respons imun yang berlebihan pun ikut menurun.

Meski pemberian obat dapat membantu mengurangi gejala yang muncul, tapi juga diperlukan pola hidup sehat untuk menjaga tubuh agar tetap bertenaga dan sehat.

Berikut ini adalah beberapa tips pola hidup sehat bagi para penderita penyakit autoimun:

1. Hindari pencetus

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit autoimun. Beberapa ahli menyebutkan, bahwa faktor genetik atau keturunan ikut andil menjadi penyebab. Selain itu, faktor lain seperti infeksi dan paparan terhadap bahan-bahan pelarut atau kimiawi, juga dianggap dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun.

Selain itu, stres juga diduga dapat memperburuk penyakit ini.

Oleh sebab itu, hindari  paparan bahan-bahan kimia dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan jika berkontak langsung dengan bahan-bahan kimiawi tertentu. Penting juga untuk mencegah penularan infeksi dari lingkungan sekitar, misalnya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau menggunakan masker jika berada di daerah yang berpolusi.

Selain itu, sebaik mungkin Anda harus bisa mengelola stres. Lihatlah hidup dengan positif, lakukan hal-hal yang Anda senangi, dan jangan ragu untuk memanjakan diri untuk mengatasi stres.

2. Menjaga makanan yang dikonsumsi

Selain dengan obat-obatan, menjaga pola makan turut berperan besar dalam mengurangi gejala yang muncul. Jenis makanan yang dikonsumsi pun berdasarkan dengan penyakit autoimun apa yang diderita.

Misalnya, apabila Anda menderita penyakit celiac alangkah baiknya jika Anda mengonsumsi makanan yang bebas dari gluten. Penyakit celiac merupakan penyakit autoimun di mana apabila penderitanya mengonsumsi gluten, sistem imun tubuh akan menyerang bagian usus halus.

Gluten adalah protein yang ditemukan pada makanan, terutama dalam gandum, gandum hitam (rye), barley, maupun makanan yang sudah diolah seperti piza, roti maupun kue.

Apabila Anda menderita lupus, psoriasis, IBD, atau RA, diet autoimmune protocol (AIP) bisa menjadi pilihan Anda. Makanan yang boleh dikonsumsi pada saat Anda menjalankan diet AIP antara lain daging dan ikan (yang berasal dari alam), ubi manis, susu kelapa, alpukat, biji zaitun, minyak kelapa, madu, teh hijau, dan cuka apel.

Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran, hindari sayuran yang berasal dari keluarga nightshades atau Solanaceae yang dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun seperti tomat, terong, paprika, maupun kentang.

Buah-buahan boleh dikonsumsi asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Makanan fermentasi dari produk susu juga harus dihindari. Sebagai pengganti, Anda bisa memilih kombucha, kefir, atau kimchi.

3. Jangan lupa untuk tetap berolahraga

Meski punya penyakit autoimun, tapi bukan berarti Anda harus berdiam diri. Olahraga justru dapat membantu mengurangi kelelahan atau nyeri yang berkepanjangan akibat penyakit. Selain itu, olahraga juga bisa mengurangi stres atau kecemasan, meningkatkan energi, dan memperbaiki mood. Olahraga yang tepat dapat membantu tubuh beradaptasi.

Meski demikian, olahraga tak boleh dilakukan secara berlebihan supaya tak membuat tubuh stres, sehingga dapat memicu kemunculan gejala yang lebih berat. Mulalilah dengan perlahan. Olahraga yang dilakukan dengan gembira bisa menghasilkan endorfin. Hormon tersebut berperan baik pada sistem imun tubuh, yang dapat menjaga keseimbangan imunitas.

Beberapa pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan antara lain yoga, tai chi, angkat beban, bersepeda, dan berjalan kaki. Lakukan olahraga paling tidak tiga kali seminggu, dengan durasi setidaknya 30 menit tiap sesi. Ingat, lakukan secara perlahan pada setiap gerakan dan beristirahatlah jika mulai lelah.

Hidup dengan penyakit autoimun memang harus ekstra hati-hati. Namun jangan patah semangat. Meski penyakit tak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat seperti yang dijabarkan di atas, sehingga gejala yang muncul bisa diminimalkan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam ataupun spesialis gizi untuk membantu Anda berdamai dengan gejala penyakit autoimun yang muncul.(RN/ RVS/klikdokter)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |