Riaupos.co
22/11/2019
 
Pemkab Komit Tingkatkan Kualitas SDM Dan Kondusifitas Daerah Menuju Pelalawan EMAS
Bupati Pelalawan HM Harris bersama Ketua DPRD Pelalawan Adi Sukemi ST MM memimpin pelaksanaan sidang paripurna istimewa HUT Pelalawan k2-20 di Gedung daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pelalawan, Sabtu (12/10) pagi lalu. (amn)

MOMENTUM HUT PELALAWAN KE-20
Pemkab Komit Tingkatkan Kualitas SDM Dan Kondusifitas Daerah Menuju Pelalawan EMAS
Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:55 WIB
 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Tepat tanggal 12 Oktober tahun 2019, Kabupaten Pelalawan genap berusia 20 Tahun. Sebagai daerah dengan segala potensi, peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi, Kabupaten yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini terus menggeliat memposisikan diri sejajar dan bahkan terdepan diantara daerah otonom lainnya di negeri ini khususnya dalam kemajuan pembangunan daerah. Berbagai pencapaian program pembangunan setiap tahun tentunya juga menjadi prestasi bagi pemangku pemimpin di negeri ini untuk kesejahteraan masyarakat kabupaten Pelalawan. Dimana sejak tahun 1999 hingga tahun 2019 saat ini, telah ada sebanyak 3 pemimpin kabupaten Pelalawan (Bupati beserta Wakil Bupati,red) yang telah banyak membawa keberhasilan bagi kemajuan pembangunan Negeri Seiya Sekata ini.  


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Ir Hammam Riza M.Sc bersama Bupati Pelalawan HM Harris menandatangani prasasti pilot project sistem integarasi sawit dan sapi peternakan rakyat sebagai implementasi program Pelalawan Makmur, usai menghadiri paripurna istime HUT Pelalawan di gedung daerah Datuk Laksamana Mangku Diraja Pangkalan Kerinci, Sabtu (12/10) pagi lalu. (amn)

Sebelum pemekaran terjadi, Kabupaten Pelalawan termasuk kedalam bagian Kabupaten Kampar yang saat itu memiliki kawasan yang sangat luas. Kabupaten Pelalawan resmi dimekarkan pada tanggal 12 Oktober 1999 yang kemudian disahkan melalui Undang-undang Nomor 53 tahun 1999 dengan ibu kotanya adalah Pangkalan Kerinci. Pembentukan Kabupaten Pelalawan sendiri atas dasar kesepakatan dan kebulatan tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalan Kerinci. Rapat tersebut menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lembaga-Lembaga Adat, Kaum Intelektual, Cerdik Pandai dan Alim Ulama. Dari musyawarah besar tersebut ditetapkan Pelalawan yang bermula dari Kerajaan Pekan tua yang telah melepaskan diri dari Kerajaan Johor tahun 1699 M, kemudian berkuasa penuh atas daerah ini.

Setelah berdiri menjadi daerah tersendiri, pertumbuhan APBD Kabupaten Pelalawan mengalami peningkatan cukup siginfikan, mulai dari tahun 1999 sebesar Rp 1 triliun hingga pada angka Rp 2 triliun lebih pada tahun 2015 lalu. Namun, sejak tahun 2016 lalu hingga 2019 ini, terjadi penurunan besaran APBD akibat adanya devisit anggaran dari pemerintah pusat. Atas kondisi tersebut, sejumlah program pembangunan cukup banyak yang tertunda, sehingga pembangunan dilakukan dengan cara skala prioritas.


Bupati Pelalawan HM Harris menerima penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2019 kategori Daerah Sangat Inovatif klaster daerah perbatasan yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Senin (7/10) malam lalu dihotel borobudur jalan lapangan banteng selatan Jakarta Pusat. (amn)

Kepada Riau Pos, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa diusia Kabupaten Pelalawan ke-20 tahun ini, dirinya memiliki harapan besar untuk menjadikan kabupaten Pelalawan yang semakin maju dan berkembang. Namun demikian, untuk mewujudkan harapan tersebut, maka kuncinya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kondusifitas Daerah Menuju Pelalawan Emas. Artinya Pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Kabupaten Pelalawan dan Indonesia di masa depan. Dimana sumber Daya Manusia di Kabupaten Pelalawan harus unggul dalam segala bidang sehingga dapat bersaing secara global, terlebih ketika memasuki era industri 4.0 ini.

" Jadi, kita sadar bahwa kemajuan industri yang berjalan di Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur, akan tetapi harus didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0. Namun demikian, selain adanya upaya peningkatan SDM, kondusifitas daerah juga harus tetap dijaga oleh seluruh unsur lapisan masyarakat Pelalawan. Sehingga kondisi ini dapat memberikan rasa aman kepada para investor untuk menanamkan investasi di Negeri Seiaya Sekata ini," terang Bupati Pelalawan HM Harris.


Jabat tangan : Bupati Pelalawan HM Harris menyambut kedatangan Menko Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengembangkan pembangunan Teknopolitan Pelalawan di kewcamatan Langgam sebagai implementasi program Pelalawan Inovatif, baru-baru ini. (amn)

Bupati Pelalawan dua periode ini, bahwa selama satu tahun terakhir tepatnya pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pelalawan yang ke-19 Tahun 2018 yang lalu, telah banyak terjadi perubahan dan kemajuan. Seperti laju pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pelalawan pada Tahun 2018 sebesar 3,75 %, kondisi ini lebih baik dari rata rata Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau sebesar 2,71 %. Persentase Jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan semakin menurun, dimana saat ini sebesar 9,73 % lebih rendah dari tahun lalu yakni sebesar 10,25 %. Dan tingkat Pengangguran Terbuka penduduk Kabupaten Pelalawan saat ini sebesar 5,30 % berada dibawah rata-rata Tingkat Pengganguran Terbuka Provinsi Riau yakni 6,20 %.

" Kemudian Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pelalawan meningkat dari angka 70,59 menjadi 71,44 dan masuk kategori tinggi di Provinsi Riau. Tingginya IPM Kabupaten Pelalawan didukung oleh peningkatan kinerja indikator pembentuk antara lain (a) Usia Harapan Hidup, terus meningkat dari 70,54 menjadi 70,74 (b) Rata-rata Lama Sekolah tahun lalu sebesar 8,19 naik menjadi 8,44 Poin, (c) angka harapan lama sekolah tahun lalu sebesar 11,89  naik menjadi 12,16 Poin dan (d) Pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Pelalawan terus mengalami peningkatan dari Rp. 11,725 Juta pada tahun lalu menjadi Rp. 11,894 Juta," tuturnya.

Pada Bidang Pendidikan, sambung mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, Pemkab Pelalawan terus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, baik itu pembangunan Ruang Kelas Baru, penambahan meubeller serta sarana pendukung lainnya, dan semakin berhasil perbaikan mutu pembelajaran. Terkait peningkatan kualitas Guru, pada tahun 2018 yang lalu, Bupati Pelalawan mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Literasi Nasional 2018 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta pada tanggal 11 November 2018. Penghargaan diberikan atas komitemen, dedikasi dan kontribusi Bupati Pelalawan pada dunia pendidikan khususnya peningkatan kompetensi guru.

" Sedangkan pada Bidang Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus komitmen mewujudkan masyarakat yang sehat menuju Pelalawan Emas. Dan atas Komitmen Pemerintah Daerah mewujudkan Masyarakat yang sehat, Pemerintah Pusat telah meanugerahkan Penghargaan kepada Pelalawan sebagai Daerah Pembangunan Kesehatan dan Kesejahteraan Terbaik se-Indonesia pada tanggal 28 November 2018 yang lalu di Jakarta. Dan pada tanggal 4 Oktober 2019, Pemkab Pelalawan kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat, yakni Kabupaten Pelalawan dinyatakan bebas dari eliminasi penyakit kaki gajah (Filariasis).Selanjutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan pada Tahun 2018 juga menerima Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.Jadi, dalam pelaksanaan peningkatan kesadaran kesehatan ditengah masyarakat ini, tidak hanya sebatas slogan semata melainkan terus direalisasikan dengan berbagai kegiatan pembangunan khususnya bidang kesehatan," bebernya.

Ditambahkan Harris, bahwa pembangunan infrastruktur juga semakin lebih baik dengan keberhasilan mewujudkan pembangunan berbagai ruas jalan, jembatan, dermaga, prasarana air minum dan prasarana listrik desa pada tahun 2018-2019 ini. Pembangunan prasarana jalan telah berhasil memberikan dampak yang signifikan terhadap kelancaran arus orang dan barang, serta menekan biaya transportasi di berbagai daerah di Kabupaten Pelalawan. Tingkat rasio elektrifikasi rumah tangga di Kabupaten Pelalawan saat ini sudah mencapai 85,76 % meningkat dari tahun lalu yakni sebesar 84,04 %. Dan pada Bidang Tata Kelola Pemerintahan, berbagai kemajuan yang dicapai antara lain keberhasilan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap akuntabilitas laporan keuangan Pemerintah Daerah yang pada tahun ini merupakan tahun ke 7 secara berturut turut memperoleh opini tersebut.

" Sebagai implementasi dari visi Inovasi Menuju Pelalawan EMAS, pada Tahun 2019 ini, seluruh Perangkat Daerah termasuk Pemerintahan Kecamatan telah menciptakan dan melaksanakan inovasi kerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Dari 41 Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Pelalawan, terdaftar lebih dari 80 Inovasi Kerja dan Inovasi Pelayanan, yang diharapkan hal ini dapat mendorong efisiensi dan efektifitas kerja, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan.  Atas Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mengelola Inovasi Adminitrasi Negara ini, Lembaga Admintrasi Negara RI telah memberikan penghargaan kepada Bupati Pelalawan yakni INAGARA AWARD pada Tanggal 30 Oktober 2018 yang lalu. Selanjutnya, pada Tanggal 7 Oktober 2019 yang lalu, kita kembali meraih penghargaan predikat pertama INNOVATION GOVERNMENT AWARD (IGA) Tahun 2019 Kategori Kabupaten Perbatasan paling inovatif dari Kementerian Dalam Negeri," sebutnya.


Selanjutnya, sambung mantan Ketua Adkasi ini, pada sektor pengembangan Koperasi dan UMKM, Kabupaten Pelalawan terpilih sebagai penerima Penghargaan Natamukti dari ICSB Indonesia City Awards 2019. Penghargaan Natamukti ini merupakan bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang berhasil mendorong keberlangsungan UMKM di Kabupaten Pelalawan. Dan pada Sektor Pertanian, Pemkab semakin berhasil meningkatan produksi dan produktivitas padi, produksi dan produktivitas peternakan, perikanan dan perkebunan. Kesejahteraan petani merupakan skala prioritas dan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah melalui Program Pelalawan Makmur. Saat ini Produktivitas padi sudah mencapai 5,23 ton per hektar dari sebelumnya 5,20 ton per hektar. Atas Komitmen yang tinggi pada pada pengelolaan sektor pertanian ini, Pemerintah Daerah menerima Penghargaan dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian pada tanggal 15 Maret 2019 yang lalu. Kabupaten Pelalawan dinilai sukses menerapkan inovasi teknologi Pertanian.

" Pada Sektor Pariwisata, kita terus melakukan pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarana Wisata Bono dan objek wisata lainnya seperti objek eko wisata Danau Tajwid. Khusus untuk pengembangan Eko Wisata Danau Tajwid sekarang telah menjadi kawasan objek wisata dengan berbagai macam wahana permainan yang diharapkan dapat menambah PAD Kabupaten Pelalawan. Sementara itu, Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Pelalawan semakin meningkat baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, bahkan Even Wisata Festival Bekudo Bono sudah masuk Kalender Wisata Nasional," tuturnya.

Meski cukup banyak kemajuan pembangunan yang telah diraih, lanjut Harris, namun ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pembangunan akhir-akhir ini yakni semakin berkurangnya dana transfer daerah dari Pemerintah Pusat yang mengakibatkan semakin berkurangnya dana pembangunan yang dimiliki Pemerintah Daerah. Hal ini tentu saja menjadi kendala dalam percepatan mewujudkan visi dan misi pembangunan sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMD 2016-2021. Kendati ditengah kondisi berkurangnya kapasitas anggaran Pemerintah Daerah, kepedulian dunia usaha di Kabupaten Pelalawan terhadap kondisi dan permasalahan pembangunan di daerah ini justru semakin membaik. Berbagai program CSR sudah mulai sinkron dengan program Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD. Dan bahkan, jumlahnya pun sudah semakin meningkat.  Fokusnya antara lain Pembangunan Insfrastruktur Pendidikan, Kesehatan, Perhubungan, Pertamanan, dan Ruang Terbuka Hijau serta Beasiswa bagi mahasiswa ST2P.  

" Jadi, jika tahun 2006 lalu Kabupaten Pelalawan masuk kategori salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia, maka melalui pendekatan pembangunan yang dilakukan secara berlahan , saat ini kita sudah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut. Sebagaimana sering kami kemukakan bahwa upaya-upaya yang kita lakukan untuk keluar dari ketertinggalan tersebut adalah pembenahan pada bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, penyediaan sumber daya listrik,  pembangunan infrastruktur perhubungan dan infrastruktur dasar lainnya serta perbaikan sumber perekonomian masyarakat. Selain itu kita terus berupaya mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah serta peningkatan daya saing yang lebih kompetitif.  Inilah yang kemudian menjadi program strategis baik pada periode Pemerintahan 2011-2016 maupun periode Pemerintahan 2016-2021. Program strategis yang dimaksud yakni ; Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Pelalawan Makmur, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif," bebernya.


Ditambahkan Bupati Pelalawan, bahwa terkait dengan Pengembangan Teknopark Pelalawan, Pemkab Pelalawan terus meningkatan pembangunan sarana dan prasarana kawasan. Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) sebagai salah satu pilar utama dari kawasan Teknopolitan ini semakin memperlihatkan fungsi dan perannya. Dimana pada tahun 2019 ini Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) ini telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi dari Kemeristedikti RI. Dan dalam perkembangan Teknopolitan ini, dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin. Diantaranya dengan BPPT, DSMI, PT. Rekayasa Enginering, PPKS Medan, dan Instifer Jokjakarta. Dan pada tahun ini, Kabupaten Pelalawan fokus pada program strategis pembangunan pabrik kelapa sawit industrial Palm Oil, bekerjasama dengan investor PT PINDAD persero dan Perusahaan mitra. Program ini merupakan upaya Pemerintah Daerah terlibat langsung untuk mendukung kebijakan nasional dalam pemanfaatan minyak sawit untuk bahan terbarukan, yang diharapkan mampu mendorong pengembangan industri hilir kelapa sawit, serta pemberdayaan petani sawit swadaya.

" Kemudian, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan bersama dengan BPPT telah melauncing Pilot Project Integrasi Sawit Sapi Kelompok Karya Lestari Kecamatan Kerumutan untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi di Kabupaten Pelalawan. Apalagi Pelalawan mempunyai perkebunan kelapa sawit yang luas dan bisa menjadi bahan pakan yang murah untuk sapi melalui Sistem Integrasi Sawit Sapi (SISKA). Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pelalawan, maka saran, masukan dan koreksi bagi kami dalam mengemban amanah demi kejayaan negeri yang kita cintai ini, sangat diharapkan. Dengan demikian, maka komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kemajuan pembangunan dengan peningkatan SDM dan kondisifitas daerah menuju Pelalawan EMAS, dapat tercapai dengan maksimal," tutupnya. (amn)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |