Riaupos.co
14/11/2019
 
Semakin Tertinggal Pelajaran
MENANGIS: Seorang jamaah menangis memanjatkan doa meminta hujan saat mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Raya, Jalan Senapelan, Rabu (18/9/2019). Bencana kabut asap sudah mengganggu aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru terutama di bidang pendidikan.

LIBUR SEKOLAH AKIBAT KABUT ASAP
Semakin Tertinggal Pelajaran
Kamis, 19 September 2019 - 10:07 WIB
 

(RIAUPOS.CO) -- Bencana kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru mengakibatkan lumpuhnya pendidikan di semua tingkatan. Mulai dari pendidikan usia dini (PAUD), SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. 

Libur sekolah yang terus diperpanjang makin meresahkan orang tua. Mereka cemas, anak-anak mereka akan semakin tertinggal pelajaran dibandingkan anak-anak provinsi lain.

Seperti diutarakan Tika (34), warga Kecamatan Payung Sekaki. Anaknya duduk di kelas 2  SD swasta.‘‘Tiap hari dapat pesan dari sekolah kalau libur diperpanjang. Sudah hampir dua pekan. Lama-lama cemas juga kami para orang tua. Anak-anak semakin tertinggal pelajaran. Apalagi mau ujian tengah semester,’’ kata Tika, Rabu (18/9).

Diakuinya, pihak sekolah memberikan tugas untuk dikerjakan anak di rumah. Namun tetap saja hal tersebut, menurutnya tidak maksimal dalam memberikan ilmu pengetahuan ke anak.

‘‘Beda kalau di sekolah. Guru fokus memberikan pelajaran dan anak-anak fokus mendengar. Kalau di rumah, emak-emak tahu sendirilah banyak pekerjaan. Jadi mengajarnya sambil lalu dan ilmunya juga nggak sehebat  guru mengajar,’’ tambahnya.

Ia berharap, bencana kabut asap ini segera berakhir dan anak-anak bisa kembali belajar di sekolah. ‘‘Bagaimana generasi muda kita mau pintar kalau sekolah libur gara-gara kabut asap,. Saya harap pemerintah bisa mengatasi masalah ini,’’ katanya lagi. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Muzailis membenarkan bahwa akibat kabut asap, aktivitas belajar mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP sederajat  diliburkan. Hal ini pasti menyebabkan ketertinggalan pelajaran di sekolah. Pemberiam tugas di rumah juga tidak dapat memastikan terjadinya pembelajaran yang optimal.

“Kami sudah imbau agar anak diberikan tugas saat libur. Tapi tetap saja itu tidak optimal untuk mengejar ketertinggalan,” kata Muzailis, Rabu (18/9).

Kendati demikian, kalender pendidikan (kaldik) yang telah ada tetap tidak akan ada perubahan. Kecuali jika libur asap lebih dari satu bulan lamanya.

“Kalau cuma satu pekan atau dua pekan libur, masih bisa dikejar. Kalender pendidikan tidak akan berubah. Kecuali kalau sampai satu atau dua bulan,” ucap Muzailis.

Muzailis juga mengimbau kembali kepada orang tua murid agar memperhatikan anak-anaknya selama di rumah dengan tidak membiarkan bermain di luar ruangan. “Sudah kami imbau kepada orang tua agar anak-anak di rumah belajar dan tidak bermain di luar ruangan,’’ pungkasnya.

Pemko Pekanbaru saat ini masih memberlakukan libur bagi sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP. Libur sudah diberlakukan sejak Selasa (10/9) dan Rabu (11/9), kemudian diperpanjang hingga Jumat (13/9) dan kembali diperpanjang hingga Senin dan Selasa (16-17/9). Terbaru, libur kembali diperpanjang Rabu dan Kamis (18-19/9).(*2)

 

Laporam MUSLIM NURDIN, Kota




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |