Riaupos.co
19/10/2019
 
Eka Hospital Pekanbaru Taja Seminar Terapi Ginjal
SAMPAIKAN MATERI: Salah seorangnara sumber menyampaikan materi dalam seminar awam terapi di Eka Hospital Pekanbaru, Ahad (15/9/2019).(*1/MIRSHAL/ RIAU POS)

LAUNCHING KIDNEY CLUB EKA HOSPITAL PEKANBARU
Eka Hospital Pekanbaru Taja Seminar Terapi Ginjal
Selasa, 17 September 2019 - 15:03 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) meningkat dari tahun ke tahun, termasuk salah satu masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia. Dengan seiring meningkatnya angka kejadian penyakit metabolik dan degeneratif, meningkat pula jumlah penderita PGK diperkirakan ada peningkatan lima sampai sepuluh persen pasien PGK stadium lima setiap tahunnya.

Eka Hospital Pekanbaru sebagai salah satu instansi penyedia unit dialisis berupaya aktif untuk mempromosikan hidup sehat dengan mengadakan seminar awam dengan tema "terapi pengganti ginjal dan peningkatan kualitas hidup pasien HD sekaligus launcing Kidney Club Eka Hospital Pekanbaru". Acara ini digelar pada Ahad (15/9) pukul 08.30 WIB di Auditorium Lantai delapan Eka Hospital Pekanbaru.

Lebih kurang 190 orang hadir dalam acara tersebut, terdiri dari pasien HD baik dari Eka Hospital maupun rumah sakit lainnya, keluarga pasien, dokter, paramedis dan masyarakat umum. Jajaran manajemen dan dokter spesialis Eka Hospital juga turut hadir di antaranya dr Evi Narulita selaku Kadiv Pelayanan Medis, dr Deny selaku Kadiv Pemasaran dan Humas dan dr Saiful Anam SpPD FINASIM spesialis penyakit dalam.

Kadiv Pelayanan Medis dr Evi Narulita dalam sambutannya menjelaskan kecenderungan keadaan kesehatan masyarakat Riau pada umumnya. Diabetes merupakan penyakit yang belakangan ini sering dikeluhkan masyarakat.

"Selain itu juga terjadi pergeseran usia penderita yang sebelumnya mayoritas berusia lanjut tetapi kini sudah mengenai usia muda," ungkapnya.

Melalui seminar ini, kata Evi, agar masyarakat bisa mendapatkan update informasi terbaru mengenai fasilitas dan layanan kesehatan yang ada di Eka Hospital. Inilah yang membedakan layanan dengan rumah sakit lainnya, yakni penanganan pasien yang dilakukan oleh tim dokter dengan berbagai latar belakang spesialisasi. "Sehingga penanganan pasien dapat lebih komprehensif dengan out put medis yang maksimal," ujarnya.(*1/jrr)

Laporan: Muslim Nurdin




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |