Riaupos.co
08/12/2019
 
Pintar Bahasa Asing Jadi Gaya Hidup

Pintar Bahasa Asing Jadi Gaya Hidup
Sabtu, 14 September 2019 - 15:23 WIB
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pergaulan kaum urban masa kini semakin luas. Bahkan dalam berbagai bidang, seperti untuk urusan bisnis maupun traveling ke luar negeri. Namun, untuk melakukannya tentu membutuhkan kemampuan bisa berbahasa asing.

Karenanya bahasa asing kini menjadi penting sebagai bagian dari gaya hidup untuk bisa saling terhubung. Mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa menjadi keterampilan yang pantas dikembangkan.

CEO Bahaso, startup Indonesia penyedia aplikasi dan website pembelajaran bahasa asing, Allana Abdullah mengatakan, kemampuan bahasa asing kini sudah semakin dibutuhkan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Sebab, dunia global membuat semua orang terhubung dan lalu lintas dunia begitu cepat.

“Meningkatkan kontribusi dalam literasi digital dalam dunia pendidikan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Indonesia. Belajar bahasa asing yang lebih efektif, efisien, dan fleksibel,” tuturnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Terlebih lagi, kini segala sesuatunya semakin mudah dipelajari melalui dunia digital dan aplikasi. Untuk bisa berkuliah atau bekerja saja, milenial saat ini ditantang tak hanya bisa berbahasa asing tetapi juga mendapatkan nilai IELTS dan TOEFL yang memadai.

“Mengubah cara generasi muda belajar dan beradaptasi dengan globalisasi melalui teknologi komunikasi e-learning. Sekaligus menunjukkan eksistensi teknologi pendidikan Indonesia menuju inklusi digital,” katanya yang juga mewakili ITU Telecom World 2019 yang berlangsung di Budapest, Hungaria, 9-12 September 2019.

Senada dengan Abdullah, dalam laman Scoopbyte, disebutkan bahwa manfaat menjadi bilingual dalam masyarakat saat ini sangat besar. Tak hanya cerdas untuk akademis, tetapi juga bisa meningkatkan kesehatan.

1. Keuntungan dalam Pendidikan

Bilingual memiliki keunggulan dalam sistem pendidikan. Bisa berbahasa asing dapat membantu mereka di sekolah atau pendidikan lanjutan.

2. Membantu di tempat kerja

Saat ini perusahaan multinasional hadir di beberapa negara di dunia. Karenanya, manfaat menjadi bilingual di tempat kerja tidak terhitung jumlahnya. Bilingual juga memiliki peluang lebih besar untuk diterima kerja.

3. Manfaat Untuk Kesehatan

Bilingual juga dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Menurut penelitian dan bukti pendukung lainnya, telah ditemukan bahwa kemampuan bilingual dapat menunda kemungkinan penyakit Alzheimer dan demensia. Sehingga dapat mengurangi stres dan membantu pemulihan lebih cepat dari stroke.

4. Manfaat Kognitif

Manfaat kognitif pintar berbahasa asing akan memiliki ingatan yang lebih baik. Ini dapat meningkatkan kreativitas juga meningkatkan kesadaran metalinguistik. Seseorang lebih fokus dalam mendapatkan informasi.

5. Manfaat Sosial

Ada manfaat sosial pintar berbahasa asing. Kamu dapat menjelajahi suatu budaya dengan lebih baik dengan berbicara kepada orang yang berbeda dari budaya yang berbeda.

6. Membantu saat Bepergian

Nah, tren bepergian atau traveling saat ini semakin banyak disukai anak muda. Berbicara dalam bahasa asing saat bepergian dapat membantu. Kamu tidak memerlukan panduan atau mengalami kesulitan berkomunikasi. Hal ini tentu akan membuat pengalaman perjalanan lebih menyenangkan.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi | Kick Out Hoax |