Riaupos.co
16/10/2019
 
Setelah 21 Hari Dirawat di ICU, Akila-Azila Kembali Satu Kamar
BERTEMU LAGI: Akila (kiri) dan Azila bersama orang tua dan dua neneknya di Irna Bobo-I Nomor 1 RSUD dr Soetomo kemarin. (Kartika Sari/Jawa Pos)

KEMBAR SIAM
Setelah 21 Hari Dirawat di ICU, Akila-Azila Kembali Satu Kamar
Kamis, 05 September 2019 - 18:29 WIB
 

SURABAYA (RIAUPOS.CO) --  Raut wajah orang tua Akila dan Azila, bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan, menggambarkan kebahagian. Mereka menyaksikan kedua buah hati mereka kembali disatukan dalam satu kamar kemarin (4/9). Akila dan Azila sejak kemarin menghuni Ruang Instalasi Rawat Anak (Irna) Bobo-I Nomor 1 RSUD dr Soetomo.

Setelah 21 hari dirawat di ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo secara intensif, Azila dipindahkan dari ruangan itu. Dia didampingi ibu dan ayahnya, Selvina Dewi dan Jayasrin, serta Kepala Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) dr Agus Harianto SpA (K).

Semula, Azila dijadwalkan bisa dipindahkan ke Irna Senin (2/9). Namun, rencana itu ditunda lantaran infeksi saluran pencernaan yang dideritanya. ”Saya sempat kecewa dan takut ketika Azila tidak jadi dipindahkan ke Irna. Tapi, saya serahkan sepenuhnya kepada tim dokter,” tutur Selvina.

Selain saudarinya, di Irna Bobo-I Nomor 1, Azila disambut kedua neneknya, Nurjati dan Hasmiatin. Mereka juga terlihat bahagia. Lega akhirnya bisa menunggu dua cucu mereka yang terpisah kamar sejak operasi pemisahan pada 14 Agustus lalu. ”Sebelumnya, kami hanya menunggu Akila di sini (Ruang Bobo-I Nomor 1, Red). Sementara itu, Azila ditunggui kedua orang tuanya,” kata Hasmiatin.

Tempat tidur Akila dan Azila pun berdampingan. Berbeda dengan Akila yang tenang, Azila terlihat masih harus beradaptasi dengan ruangan baru. ”Keduanya punya kesamaan. Sama-sama takut kalau ada dokter atau perawat yang masuk. Bahkan, cuma mengecek selimutnya begini, mereka sudah menangis. Takut disuntik,” ujar Selvina sambil membuka kain yang menyelimuti Azila.

Sementara itu, dokter Agus mengatakan, Azila masih memperoleh total parenteral nutrition (TPN) dari slang infus. Untuk melatih saluran pencernaannya, Azila mendapatkan cairan dekstrosa secara oral. Dia sengaja menempatkan Akila dan Azila dalam satu ruangan. ”Agar psikologi mereka segera pulih. Sebab, tadinya kan mereka dempet dan bersama-sama. Pasti dari mereka ada rasa saling mencari satu sama lain,” katanya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |