Riaupos.co
22/11/2019
 
Kabut Asap di Pelalawan Makin Parah
PADAMKAN LAHAN: Kapolsek Rumbai Iptu Viola Dwi Anggreni SIK bersama Damkar dan BPBD Kota Pekanbaru dan TNI memadamkan api di lahan sawit milik warga di Jalan Damai Ujung, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Rabu (4/9/2019). (Polsek Rumbai for Riau Pos)

Kabut Asap di Pelalawan Makin Parah
Kamis, 05 September 2019 - 10:25 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Riau. Hot spot (titik panas) terus bermunculan. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pagi kemarin terpantau 61 hot spot di empat kabupaten dengan level konfiden 50 persen.

"Yang terbanyak di Pelalawan 32 titik. Berikutnya Inhu 24 titik, Inhil tiga titik, dan Kepulauan Meranti dua titik," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki, Rabu (4/9).

"Kalau untuk titik panas de­ngan level konfiden di atas 70 persen ada 53 titik. Pelalawan 31 titik, Inhu 18 titik,  Inhil dan Meranti masing-masing dua titik," jelas Maruki.

Kondisi ini membuat kabut asap makin parah. Terlebih di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya jarak pandang di sana hanya 2 km. Padahal sehari sebelumnya 3 km.

"Kabut asap semakin tebal. Khususnya pada pagi hari  karena asap bercampur dengan embun. Sehingga menyebabkan jarak pandang menurun pada angka 2 km dari sebelumnya 3 km. Namun demikian, pada siang harinya jarak pandang kembali berangsur naik menjadi 3 km akibat angin sudah banyak berembus," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi kepada Riau Pos, Rabu (4/9) siang.

Diungkapkan Hadi, hot spot yang terpantau di Pelalawan mengalami peningkatan drastis dari hari sebelumnya sebanyak 4 titik. Sedangkan pada Rabu (4/9), terpantau 32 hot spot yang 31 titik diantaranya memiliki level konfiden di atas 70 persen dan kemungkinan besar telah menjadi titik api. Sedangkan titik api tersebut tersebar di tiga kecamatan. Yakni di Kelurahan Kerumutan dan Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan. Kemudian di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan serta Desa Merbau Kecamatan Bunut.

"Jadi, sampai saat ini tim gabungan baik dari Pelalawan dan Provinsi Riau masih fokus melakukan pemadaman api di Kecamatan Kerumutan. Tepatnya di Kelurahan Kerumutan dan Desa Mak Teduh. Lokasi ini merupakan titik terparah terjadinya karhutla. Di mana api sudah mulai masuk ke hutan lindung Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan bagian pinggirnya. Sehingga upaya pemadaman dilakukan melalui dua sisi yakni jalur darat dan udara menggunakan water bombing," ujarnya.

Selain berperang memadamkan titik api di kecamatan Kerumutan, ujar mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini, upaya pemadaman api juga masih dilakukan tim rayon kecamatan dan regu pemadam (regdam) perusahaan di lokasi lainnya. Seperti di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan serta Desa Merbau Kecamatan Bunut. Pemadaman difokuskan pada isolir titik api agar tidak semakin merembet ke lahan lain sehingga dapat cepat dilakukan upaya pendinginan.

"Hanya saja, pasokan air yang cukup jauh dijangkau serta tidak adanya akses darat yang dapat ditempuh kendaraan, sehingga menyebabkan personel cukup kesulitan melakukan pemadaman," ujarnya.(*1/amn/*3)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |