Riaupos.co
18/09/2019
 
Tahap Perkembangan Otak Anak  Usia 0-6 Bulan

Tahap Perkembangan Otak Anak Usia 0-6 Bulan
Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:58 WIB
 
(RIAUPOS.CO) -- Coba ingat-ingat lagi saat awal buah hati hadir ke dunia. Dari yang hanya bisa tidur, menyusu, dan buang air, perlahan-lahan kemampuannya meningkat hingga membuat orangtuanya terharu. 

Ini semua berkat perkembangan otaknya. Di usia 0 hingga 6 bulan, otak bayi memang berkembang dengan pesat, karena ini adalah masa emas bagi bayi. Perkembangan otaknya pun perlu dipantau supaya jika terjadi keterlambatan dapat segera ditangani. 

Berikut informasi mengenai tahap perkembangan otak anak di usia 0-6 bulan.  

Bagian otak yang bernama hippocampus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hippocampus adalah bagian otak yang berfungsi untuk kemampuan memori otak dan menyimpan ingatan secara jangka panjang.

Menurut sebuah studi di Amerika, anak-anak akan memiliki ukuran hippocampus 10 persen lebih besar jika sering menghabiskan waktu bersama ibunya. Sementara menurut studi Joan L  Luby  MD  dari Washington University, kemampuan adaptasi anak akan berkembang dengan baik bila ada pengasuhan yang intens dari orangtuanya. 

Jika otak bayi yang berkembang dengan baik, maka akan membuat rasa penasarannya semakin meningkat, sehingga ia selalu ingin mengenal berbagai macam benda di hadapannya.

Usia 0 Bulan-Beberapa Minggu

Begitu bayi terlahir ke dunia, otaknya bahkan sudah langsung bekerja lho. Setelah beberapa jam, ia sudah akan terpana dengan wajah-wajah yang dilihatnya hingga jari-jarinya sendiri.

Menurut Angela Friederici, seorang profesor ilmu kognitif dan saraf dari Max-Planck Institute di Leipzig, Jerman, bayi baru lahir sudah bisa mengenali ritme dan tekanan suara dari bahasa ibunya. 

Saat ada orang dewasa yang mengajaknya berinteraksi, bayi pun akan menampakkan ekspresi gembira jika ia merasa senang atau cemberut jika ia merasa tidak senang.

Setelah beberapa minggu, bayi akan mulai menggerak-gerakkan tangan dan kakinya kemudian mulai mempelajari aneka benda di sekitarnya dengan cara memasukkannya ke dalam mulut. 

Ini disebabkan pada ujung jari dan area bibir terdapat banyak ujung saraf, sehingga kegiatan belajar bayi ini menjadi sebuah momen yang sangat penting baginya. 

Cobalah bawa ia berkeliling rumah atau komplek, maka ia pun akan mencoba cara berpikir abstrak.

Usia 1-2 Bulan

Penglihatan bayi masih belum sempurna, hanya berupa hitam putih dan buram. Ia pun baru dapat melihat dengan jelas dari jarak dekat. Namun perkembangan otak anak di usia ini ditunjukkan dengan cara memperhatikan wajah, sentuhan, serta suara. Di sinilah peran ibu untuk menstimulus otak bayi.

Seringlah mengajak ia berinteraksi, dengan cara menyentuh, berkomunikasi, dan menatap matanya. Boleh juga dengan memberikan mainan untuk memancing ia bergerak dan lihatlah bagaimana respon yang ia tunjukkan. Ibu pasti akan merasa takjub, haru, dan bahagia.

Usia 3-4 Bulan

Menginjak usia 3 hingga 4 bulan, bayi sudah dapat mengoceh dan menunjukkan ekspresi dengan sangat lucu. Selain itu, ia juga sudah mulai belajar banyak hal lainnya. Di antaranya adalah berlatih menggerakkan tangan berupa membuka tutup tangan, memukul, dan menggoyangkan mainan. Pada anggota tubuh lainnya, bayi sudah mampu mengangkat kepala, dada, serta tengkurap.

Ibu perlu melatih koordinasi bayi dengan cara memberikan sesuatu untuk ia pegang dan meletakkan aneka mainan di sekitarnya untuk memancing ia meraih dan mengeksplorasi benda tersebut. Perbanyak juga mengobrol dengan bayi untuk perkembangan bahasanya.

Usia 4-6 Bulan

Di usia ini perkembangan otak anak semakin terlihat di mana bayi sudah sering merespon saat ibu mengajaknya berkomunikasi, bahkan banyak berperan di dalamnya. Hal tersebut menandakan  bayi sudah mulai memahami makna dari interaksi. 

Ia bahkan sudah mulai memahami beberapa kata sederhana, seperti  ya  dan tidak. Sangat penting untuk sering mengajak bayi berinteraksi dan berkomunikasi dua arah pada bayi di usia ini

Kekuatan otot bayi pun sudah semakin meningkat, sehingga ibu akan melihat ia mulai banyak bergerak hingga belajar duduk sendiri. Untuk itu, di samping memperbanyak komunikasi, latih juga keterampilan fisiknya. Berikan ia kesempatan untuk berlatih dan mengeksplorasi berbagai hal di sekelilingnya agar ia semakin mahir.

Nah, itulah perkembangan otak anak di usia 0 hingga 6 bulan. Ingatlah untuk terus memberikan rangsangan agar otaknya berkembang dengan baik. Di samping itu pemberian ASI secara eksklusif turut mendukung perkembangan otak bayi. Ibu pun harus mengonsumsi makanan yang bergizi supaya kandungan di dalam ASI turut bernutrisi tinggi.(int/gem) 




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |