Riaupos.co
17/09/2019
 
Pangdam Bukit Barisan Lepas 400 Personel ke Perbatasan Timor Leste
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadillah memberikan arahan pada 400 personel Yonif 132/Bimasakti di Dermaga A Pelabuhan PT Pelindo I Dumai, Rabu (21/8/2019). 

Pangdam Bukit Barisan Lepas 400 Personel ke Perbatasan Timor Leste
Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:55 WIB
 
DUMAI (RIAUPOS.CO) --  400 personel Yonif 132/Bimasakti begitu semangat saat Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadillah melepas mereka sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste Sektor Barat, di Provinsi Nusa Tenggara Timur  2019, pada Rabu (21/8) di Dermaga A Pelabuhan PT Pelindo I Dumai.

Seluruh personel Satgas akan diberangkatkan menggunakan KRI Angkatan Laut pada 23 Agustus 2019 mendatang. Selain Pangdam, kegiatan upacara pengantaran Satgas Pamtas RI - RDTL Sektor Barat Yonif 132/Bimasakti juga dihadiri oleh Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Muhammad Fajar, Wali Kota Dumai Drs Zulkifli As, Dandim 0320/Dumai Letkol TNI Horas Sitinjak, Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan dan seluruh unsur Forkompimda Kota Dumai lainnya.

Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan bahwa menjadi personel yang terpilih sebagai Satgas Pamtas merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan juga suatu bukti nyata sebagai komponen pertahanan NKRI.

“Untuk itu kami berharap kalian mampu menunjukkan prestasi yang gemilang dan terbaik, penampilan sikap dan perilaku positif sehingga kehadiran kalian akan dapat diterima dan mendapat pengakuan dimanapun kalian berada untuk mengawal menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk dapat mengemban tugas dengan baik para prajurit harus memiliki kemampuan. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi sosial yang baik.

“Kalian harus benar-benar memahami kultur masyarakat perbatasan Timor Leste, hargai adat istiadat maupun kearifan lokal sehingga terjadi hubungan yang harmonis tanpa melupakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” imbuhnya.

Dalam melaksanakan tugas sebagai satuan pengamanan perbatasan, personel harus mampu melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap kemungkinan timbulnya gangguan keamanan di daerah perbatasan.

Hal penting lainnya yang perlu personel pahami, bahwa mereka harus mampu mengendalikan diri dengan tidak melanggar hukum dan hak asasi manusia sekecil apapun.

Ia menegaskan bahwa ntuk pelanggaran akan berhadapan dengan hukuman yang berat, pelanggaran tidak hanya akan merugikan diri sendiri tetapi juga satuan.

“Oleh karenanya kami berpesan kepada seluruh perwira untuk memberi atensi terhadap seluruh pasukannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di medan penugasan,” tutupnya.(adv)






Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |