Riaupos.co
21/08/2019
 
Warga Berisiko Terserang Kanker
Petugas BPBD Kampar melakukan upaya pemadaman lahan gambut yang terbakar di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (14/8/2019). (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

BAYI, ANAK-ANAK, LANSIA DAN IBU HAMIL PALING RENTAN
Warga Berisiko Terserang Kanker
Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:07 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau belum juga teratasi. Dampaknya sebagian besar wilayah Provinsi Riau diselimuti kabut asap. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya, dampak dari terpapar kabut asap ini akan menimbulkan berbagai macam gejala penyakit. Salah satu gejala itu berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang .

 

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit (RS) Awal Bros Pekanbaru dr Herman Darmawan SpP yang ditemui Riaupos.co juga mengatakan hal itu, Rabu (14/8). Menurutnya, terdapat banyak dampak akibat dari terhirup kabut asap tersebut. Untuk jangka pendek, katanya, masyarakat akan terserang gangguan ISPA.

 

Untuk jangka panjang risikonya lebih parah lagi. Apabila seseorang terpapar kabut asap dalam jangka panjang, maka orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi menderita kanker paru-paru, sekalipun dia bukan perokok. Karena, kabut asap mengandung banyak partikel penyebab kanker (karsinogen).

 

Tak hanya menimbukan gangguan pada organ dalam, seperti saluran pernapasan dan jantung, polusi udara dan kabut asap juga dapat merusak kulit. Dalam jangka panjang kabut asap juga akan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, dan penumpukan plak pada pembuluh darah yang diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel di dalam kabut asap.

 

Menurut Herman, yang paling rentan mengalami dampak kabut asap sudah pasti anak-anak, bayi dan orang tua atau lansia hingga ibu hamil yang berisiko tidak baik untuk perkembangan janinnya.

 

“Dampak langsung dari kabut asap ini bisa berupa infeksi paru, infeksi saluran pernapasan. Kemudian juga iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan, kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan yang paling berat menjadi pneumonia,” tegasnya.

 

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat adalah menggunakan masker. Pencegahan dari dalam guna meningkatkan stamina tubuh adalah mengkonsumsi makanan yang cukup gizi, dan minum air putih yang banyak.

 

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

 

Laporan : Tim Riaupos.co
Editor : Rinaldi

 




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |