Riaupos.co
17/09/2019
 

Kejari Sembunyikan Nama Tersangka 
Kamis, 08 Agustus 2019 - 09:37 WIB
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru telah mengantongi nama tersangka dugaan korupsi kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER). Namun, nama tersangka yang bertanggung jawab atas perkara itu masih disembunyikan.  

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut mengaku, pihaknya telah melakukan gelar perkara pada kasus yang terjadi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Riau tahun 2014-2017 lalu.  

“Tadi (kemarin, red), kita sudah lakukan gelar perkara,” ungkap Yuriza Antoni kepada Riau Pos, Rabu (7/8) kemarin.  

Hasil gelar itu, lanjut Yuriza, penyidik sudah mengantongi nama tersangka dugaan kredit macet sebesar Rp1.298.082.000. Akan tetapi saat disinggung mengenai identitas tersangka, mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga enggan menyebutkannya dengan alasan masih melakukan pendalaman.  

“Calon tersangka sudah, tapi belum bisa disampaikan (namanya). Karena, masih melakukan pendalaman,” jelasnya.  

Pendalaman yang dimaksud, diyakini penyidik tengah berupaya mengumpulkan alat bukti untuk menjerat tersangka. Karena menurut Yuriza, jumlah tersangka diperkirakan lebih dari satu orang. “Tersangka lebih satu orang. Bisa dua atau tiga orang, ini yang kita dalami lagi,” pungkas Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru. 

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa belasan orang saksi. Mereka di antaranya, Irfan Helmi, empat orang pegawai di perusahaan pelat merah itu, Agus Harianto selaku staf Divisi KAK, Fauziah Elvira, Kasir KCU, Nurjanah, staf Divisi Kredit, dan Hendra selaku anggota Desk PMK.

Lalu, mantan Direktur PT PER, Kusnanto Yusuf, Rahmiwati selaku Analis Pemasaran, dan Sari Sasni dan Yuli Rizki selaku Kasir. Sementara itu, dari pihak swasta terdapat nama Sri Wahyu Utami, dan Syardawati Idham yang merupakan Ketua Koperasi Permata I Delima, serta Ketua Kelompok UMKM, Irawan Saryono. 

Dugaan kredit macet ini dilaporkan oleh manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER. 

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017. 

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan itu ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet. 

Di mana, penggunaan fasilitas kredit yang diterima dua mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER atau digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya. 

Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan pada pada 31 Mei 2019 dengan diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditangani Kepala Kejari Pekanbaru. Pada tahap penyelidikan, penyelidik sudah memeriksa 7 orang dari PT PER dan pihak swasta.(rir) 




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |