Riaupos.co
14/10/2019
 

Bom Gagal Meledak Ditemukan di Bangkok
Kamis, 08 Agustus 2019 - 06:03 WIB
 
BANGKOK (RIAUPOS.CO) -- Pasar Prathunam di Bangkok, Thailand, sempat diamankan, Rabu (7/8). Sebuah firebomb yang gagal meledak ditemukan di pasar itu. Firebomb merupakan bahan peledak yang memicu api.


Polisi menduga bahwa itu adalah sisa rangkaian bom yang terjadi Jumat (2/8). Sebab, bentuk dan spesifikasinya serupa. Yaitu, dipicu waktu dan terhubung dengan power bank.


"Alat ini berfungsi. Tapi, api tak bisa menyala karena bom ini disembunyikan di bawah tumpukan baju sehingga tidak ada cukup oksigen untuk memicu kebakaran," ujar salah satu petugas kepolisian yang ikut dalam pengamanan lokasi.


Enam bom kecil dan enam firebomb sempat meledak di berbagai lokasi di Bangkok pada Jumat lalu bersamaan dengan diselenggarakannya KTT ASEAN. Lokasi bom jauh dari tempat pertemuan para pemimpin Asia Tenggara itu. Salah satu bom berhasil meledak di Prathunam. Pasar pakaian terbesar di Thailand tersebut sempat terbakar meski tidak parah.


Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha mengungkapkan bahwa sembilan tersangka sudah ditangkap. Dua di antaranya adalah pelaku yang diamankan setelah berusaha meletakkan bom di depan Kantor Polisi Pusat di Bangkok. Mereka berasal dari Provinsi Narathiwat, salah satu wilayah dengan populasi muslim Melayu terbesar di Thailand.(sha/c15/dos/jpg)

Editor: Firman Agus



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |