Riaupos.co
19/11/2019
 
 Lancar Baca Alquran, Lulus Jadi Taruna Akmil
Enzo, anak yatim berdarah Prancis yang lancar baca Alquran Itu lulus jadi Taruna Akmil.(JAWAPOS.COM)

ENZO, YATIM KETURUNAN PRANCIS
 Lancar Baca Alquran, Lulus Jadi Taruna Akmil
Selasa, 06 Agustus 2019 - 12:08 WIB
 

JAKARTA (RIAUPOS.,CO) -- Enzo Zenz Allie (18) lulus menjadi calon taruna atau catar akademi militer TNI. Saat mendapat pertanyaan langsung dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Enzo mengatakan ingin menjadi infanteri dan Kopassus.

"Enzo Zenz Allie, catar akmil yang menarik perhatian Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan merupakan anak yatim yang memiliki kemauan keras untuk menjadi Taruna (Akmil)," kata Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto seperti dikutip dari website TNI AD.

Dia lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Paris. Saat usia 13 tahun dia pindah ke Indonesia dan tinggal bersama ibunya. “Sewaktu kecil ia ikut bersama ayahnya, Jeans Paul Francois Allie. Namun, setelah ayahnya meninggal, Enzo dibawa pulang oleh ibunya, dan melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Serang, Banten,” kata jenderal bintang dua itu.

Selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu, Enzo yang menempuh sekolah dasar di Prancis serta SMP dan SMA di Indonesia itu menguasai bahasa Prancis, Inggris serta saat seleksi pemantauan akhir lancar mengaji alquran.

“Kemampuan bahasa memang tidak jadi persyaratan mutlak, tetapi menjadi nilai tambah bagi catar dalam berkompetisi dengan yang lain. Termasuk Enzo, dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan calon prajurit taruna (capratar) karena nilai memenuhi syarat,” tutur Heri.

Di depan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Enzo menyampaikan bahwa dirinya bercita-cita ingin menjadi prajurit infanteri dan Kopassus.

Saat ditemui Kapenhumas Akmil, Letkol Inf Zulnalendra, putra dari Siti Hajah Tilaria itu mengungkapkan dirinya bersyukur karena cita-citanya dari sejak kecil tercapai. "Saya merasa bahagia dan bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan saya sebagai Capratar. Terima kasih (Mama) yang telah mengurus saya selama ini, terima kasih banyak," ujar Enzo.

’’Saya tahu Akmil dari ibu, ketika SMP, saya pindah ke Indonesia tahun 2014 untuk melanjutkan SMP, " imbuhnya.

Enzo menjadi yatim setelah bapaknya meninggal karena mengalami serangan jantung tahun 2012. Menurut ibunya, keberhasilan Enzo masuk menjadi taruna Akmil merupakan berkah dari Allah. Menjadi prajurit TNI merupakan cita-citanya Enzo sejak kecil. 


Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwir
 




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |