Riaupos.co
17/09/2019
 

Mumpung Tamu Lagi Down
Kamis, 18 Juli 2019 - 09:40 WIB
 
(RIAUPOS.CO) -- Kondisi Persela Lamongan dan Bali United jauh berbeda jelang bentrok di stadion Surajaya, Lamongan (live Indosiar pukul 15.30 WIB). Persela baru saja menorehkan kemenangan perdana di Liga 1 usai menggasak Kalteng Putra 3-0 (11/7). Sebaliknya, kekalahan 1-0 atas Barito Putera (14/7) menjadi noda perdana Bali United musim ini.

Kemenangan perdana membuat pasukan Laskar Joko Tingkir –julukan Persela- kian pede. “Kami akan bawa aura kemenangan di lapangan. Semoga dapat poin maksimal,” kata bek Persela Eky Taufik.

Kondisi kian menguntungkan kala waktu recovery tim tamu lebih minim. Bali United hanya punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan laga sore ini. Sementara Persela punya jeda waktu selama enam hari.

Pelatih Bali United Stefano Cugurra tak menampik waktu yang mepet cukup berpengaruh ke fisik pemain. “Kami masih fokus untuk melakukan recovery selama latihan,” kata pelatih yang akrab disapa Teco itu.

Praktis, mantan pelatih Persija Jakarta itu hanya bisa meramu taktik saat melakoni sesi official training (OT) di Stadion Surajaya, kemarin sore. Meski begitu, gelandang Bali United Paulo Sergio enggan mengeluh. “Kami akan tetap bermain bagus besok (hari ini),” terang pemain asal Portugal itu.

Masalahnya, Bali United tak bisa diperkuat dua pemain asingnya akibat akumulasi kartu. Mereka adalah Brwa Nouri dan Willian Pacheco. Padahal, keduanya merupakan pemain yang cukup penting bagi Serdadu Tridatu –julukan Bali United.

Nouri tampil dalam tujuh laga, sama dengan Pacheco. Bahkan, Pacheco mampu mencetak dua gol meski berposisi sebagai bek tengah.

Teco menegaskan dirinya tak hanya mengandalkan segelintir pemain saja. “Pemain absen itu biasa dalam sepakbola. Pemain pengganti pasti punya semangat lebih untuk bermain,” kata pelatih asal Brasil itu.

Sejatinya, bukan hanya Bali United yang kehilangan pemain kuncinya. Persela juga tak bisa diperkuat bek Mawouna Amevor. Bek asal Belanda itu absen akibat akumulasi kartu. Padahal, dia selalu menjadi pilihan utama dalam tujuh laga bersama Persela. Total, dia mencatatkan 10 intersep dan 34 sapuan.

Meski begitu, hal itu justru jadi keuntungan. “Kami akan maksimalkan pemain yang ada. Ini bagus agar kemampuan antarpemain tak terpaut jauh,” kata Nil Maizar, pelatih Persela. Kemungkinan, posisinya akan diisi M. Zaenuri.

Meski kondisi timnya lebih oke, Nil enggan sesumbar. Dia menilai Bali United merupakan tim yang patut diwaspadai. Apalagi, dari posisi di klasemen, kedua tim terpaut jauh. Bali United ada di tangga kedua dengan 16 poin. Sementara Persela ada di urutan dua terbawah alias posisi ke-17 dengan torehan 5 poin.  

“Materi pemain mereka (Bali United) juga sangat bagus,” terang pengganti Aji Santoso itu. Namun, hal itu tak lantas membuat Nil keder. Meski, Bali United unggul di klasemen dan punya materi pemain yang oke. “Itu bukan jaminan bisa membuat kami porak poranda,” tambah mantan pelatih PS Tira itu.(gus/tom/zed)

Laporan  JPG, Lamongan




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |