Riaupos.co
17/07/2019
 
Waduh... Penumpang Ini Tertidur Sampai Terkunci di Pesawat dalam Gelap
Ilustrasi.(eturbonews.com)

Waduh... Penumpang Ini Tertidur Sampai Terkunci di Pesawat dalam Gelap
Senin, 24 Juni 2019 - 21:39 WIB
 
TORONTO (RIAUPOS.CO) - Kisah ini nyata,bukan terjadi di film-film. Seorang wanita yang merupakan penumpang pesawat bernama Tiffani Adams masih tertidur ketika pesawat sudah mendarat. Bahkan dia terus tidur ketika tidak ada lagi siapa pun di pesawat. Dia akhirnya terbangun di dalam gelap pesawat yang terkunci.

Sebagaimana dikutip dari laman TheGuardian, Senin (24/6/2019), Tiffani berada dalam pesawat Air Canada dari Quebec dengan tujuan Toronto, Amerika Serikat (AS). Dia menyebut telah mengalami ’’mimpi buruk’’ dan terbangun di sebuah pesawat kosong yang gelap beberapa jam setelah mendarat di Bandara Pearson pada 9 Juni lalu.

Kisahnya dibagikan dalam sebuah posting oleh temannya, Deanna Noel-Dale, di laman Facebook Air Canada. Tiffani menyatakan dalam postingannya 19 Juni lalu itu bahwa dia telah menempati salah satu baris kursi kosong di pesawat tersebut. Pesawat memang tak penuh dengan seperempat kursi di antaranya kosong. Dia kemudian tidur setelah setengah jam terbang.

’’Saya bangun sekitar tengah malam (beberapa jam setelah penerbangan mendarat) dan hawa dingin masih terasa di kursi saya,’’ kata Tiffani. ’’Dalam kegelapan total, sebagai seseorang dengan gangguan kecemasan seperti saya, saya dapat memberi tahu kalian bagaimana menakutkannya ini,’’ tutur wanita yang takut gelap itu.

Dia juga menyebut bahwa ketika terperangkap di pesawat, teleponnya mati. Wanita itu pun bertambah panik ketika dia mencoba mengisi daya teleponnya yang tetapi sia-sia karena daya pesawat juga mati.

Tiffani pun terus berusaha mencari jalan keluar di sekitar pesawat yang gelap. Dia mencoba menggunakan kamar mandi kemudian mencoba menggunakan walky talky ke radio untuk meminta bantuan. Namun itu sia-sia. Dirinya kemudian menemukan senter di kokpit pesawat. Adams lantas membuat beberapa sinyal SOS mencolok keluar jendela.

Atas upayanya itu, seorang anggota kru bandara yang mengendarai truk bagasi melihatnya. Setelah berkoordinasi dengan pihak maskapai, bantuan kemudian datang dan pintu pesawat berhasil dibuka. ’’Saya benar-benar melangkahkan kaki saya keluar dari pesawat. Dia bertanya bagaimana mereka meninggalkan saya di pesawat,’’ kata Tiffani

Setelah keluar, penumpang itu disambut seorang pejabat Air Canada dan memberinya tumpangan pulang. Tiffani mengatakan Air Canada memanggilnya dua kali untuk meminta maaf dan menyatakan telah membuka penyelidikan atas kasusnya itu.

“Aku belum banyak tidur sejak teror malam yang berulang dan bangun dengan cemas dan takut aku sendirian terkunci di tempat gelap,” ungkapnya.




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |