Riaupos.co
17/07/2019
 
Jalan Lintas Bono Kian Memprihatinkan
KELEBIHAN MUATAN: Mobil pick up membawa barang muatan melebihi kapasitas saat melintas di Jalan Setia Budi Pekanbaru, Rabu (19/6/2019). Kebiasaan ini dapat membahayakan pengemudi sendiri dan pengguna jalan lain. EVAN GUNANZAR/RIAU POS

Jalan Lintas Bono Kian Memprihatinkan
Kamis, 20 Juni 2019 - 10:37 WIB
 
TELUKMERANTI (RIAUPOS.CO) -- Meski menjadi akses utama yang diperlukan ribuan masyarakat serta memiliki potensi wisata mendunia yakni gelombang Bono, namun tak membuat pemerintah untuk segera membenahi infrastruktur. Salah satunya, Jalan Lintas Bono yang melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Berstatus sebagai jalan provinsi, namun sudah belasan tahun kondisi jalan buruk tak kunjung dirampungkan pembangunannya.

"Ya, kami sangat berharap agar bapak Gubernur Riau dapat segera merealisasikan perbaikan Jalan Lintas Bono ini yang semakin parah kondisinya. Kan kalau jalannya bagus, pemerintah juga yang untung karena dapat mendatangkan pemasukan bagi daerah yakni PAD," terang Camat Teluk Meranti Tengku Syafril SIP MSi kepada Riau Pos, Rabu (19/6) sore kemarin melalui selulernya.

Diungkapkannya, bahwa memang tidak semua badan jalan yang rusak dengan kondisi yang sangat sulit dilewati. Tapi, menjelang sampai ke Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti, ada beberapa titik kondisi jalan ini yang sangat parah. Di mana kondisi musim hujan saat ini, jalan yang hanya ditimbuni tanah kuning tersebut menjadi kubangan lumpur sehingga sangat sulit dilewati dan dikeluhkan masyarakat setempat. Dan jalan yang rusak ini ada sekitar 1,5 kilometer dengan kondisi berlubang di badan jalan sampai lebih 50 centimeter dalamnya dan berair.  "Jadi, jalan ini sangat sulit dilewati. Kurang lebih 10 titik lah jalan buruk ini setiap harinya kami lalui. Sedangkan lokasi persis jalan buruk itu berada di Desa Petodakan dan Pesantren mantan Bupati Pelalawan H Rustam Effendi MA. Dan melintas di jalur ini harus ekstra hati-hati, kalau tidak bisa-bisa terperangkap kendaraan terjebak lubang," paparnya.

Untuk itu, sambung mantan Camat Kuala Kampar ini, tidak hanya karena di Teluk Meranti memiliki destinasi pariwisata berlevel internasional, wisata Bono yang memang telah diakui dunia, tapi juga untuk kepentingan masyarakat dalam banyak aspek sangat memerlukan Jalan Lintas Bono itu pembangunannnya segera dituntaskan. "Kalau sepeti ini kondisinya. Macam mana nak memajukan pariwisata. Untuk mengangkut hasil pertanian, orang dan barang saja kepayahan. Apalagi dalam waktu dekat ini Kecamatan Teluk Meranti menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kabupaten Pelalawan. Kalau kondisi jalan buruk, tentu dikeluhkan oleh kafilah yang akan datang juga masyarakat yang akan menyaksikannya. Jadi kami berharap Pak Gubri atau tim suksesnya dulu bisa menjembatani harapan masyarakat ini. Ini sangat mendesak untuk kepentingan masyarakat banyak," ujar mantan Kabag Ekonomi Setkab Pelalawan ini.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan akan terus berupaya meningkatkan kemajuan pembangunan daerah. Salah satu percepatan pembangunan Jalan Lintas Bono. Di mana Pemkab Pelalawan pada awal 2019 lalu, telah menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) RI untuk menyampaikan usulan rencana pembangunan Jalan Lintas Bono-Sokoi. Dan dalam rencana pembangunan tersebut, pihaknya telah membuat Detail Engineering Design (DED) jalan Lintas Bono ini yang akan dibangun sepanjang 143 kilometer mulai dari Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan hingga menuju Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar. Sedangkan rencana pembangunan tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp1,9 triliun.

"Untuk itu, kita berharap usulan pembangunan Jalan Lintas Bono-Sokoi ini dapat diakomodir oleh Bappenas melalui dana APBN pada 2019 ini. Ya paling tidak bisa direalisasikan secara bertahaplah, sehingga dapat membuka isolasi bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan. Apalagi Sokoi ini bakal menjadi pintu masuk turis asing dari Batam dan Singapura serta Malaysia, sehingga tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini," tuturnya.(amn)  


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |