Riaupos.co
18/10/2019
 
Sering Vertigo Bisa Memicu Stroke?
Ilustrasi: Pusing (jpnn.com)

KESEHATAN
Sering Vertigo Bisa Memicu Stroke?
Senin, 17 Juni 2019 - 17:03 WIB
 
RIAUPOS.CO - Pusing dan sakit kepala, termasuk munculnya vertigo merupakan salah satu keluhan yang menyebabkan banyak orang memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, masyarakat masih banyak yang bertanya-tanya apakah vertigo bisa memicu stroke.

Faktanya, keluhan tersebut memiliki cukup banyak kemungkinan penyebab, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan penyebabnya. Sehingga disarankan untuk tidak sembarangan dalam mengobati sakit kepala atau pusing yang dialami.

Lalu bagaimana kaitan antara vertigo dan stroke? Apakah vertigo benar memicu timbulnya stroke?

Kaitan antara vertigo dan stroke

Pada kasus stroke, terdapat gejala neurologis akibat kurangnya asupan darah ke otak. Hal ini bisa timbul akibat dua faktor, yaitu adanya sumbatan pada pembuluh darah otak (stroke iskemik) atau adanya perdarahan pada otak (stroke hemoragik). Jika jaringan otak dibiarkan kekurangan darah, lama-kelamaan jaringan otak yang sangat bergantung pada oksigen yang dibawa oleh darah bisa mati.

Gejala stroke sendiri bervariasi, yang bisa berbeda antara stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Gejala stroke iskemik yang banyak dikenal antara lain senyum menjadi tidak simetris, gerakan tangan dan kaki menjadi lemah (umumnya pada satu sisi tubuh), gangguan bicara (seperti pelo, sulit bicara, bicara tidak menyambung, atau sulit mengerti kata-kata). Pada jenis stroke ini, bisa juga ditemukan keluhan vertigo.

Gejala stroke hemoragik bisa serupa, tetapi sering kali disertai penurunan kesadaran, nyeri kepala hebat, kejang, dan muntah yang tidak didahului oleh mual.

Pada vertigo, keluhan utamanya adalah pusing, terutama rasa sekeliling atau diri seperti berputar. Faktor penyebabnya beragam, tetapi secara umum dibagi menjadi vertigo perifer (diakibatkan adanya gangguan di telinga) dan vertigo sentral (akibat dari masalah pada sistem saraf pusat seperti otak).

Pada vertigo sentral, keluhan umumnya muncul akibat masalah pada batang otak atau otak kecil (serebelum). Misalnya akibat berkurangnya asupan darah ke otak (stroke), adanya tumor pada otak, penyakit multiple sclerosis (MS), migrain, trauma pada otak, dan sebagainya.

Di antara keduanya, vertigo sentral umumnya memiliki tingkat keparahan yang lebih berat dibandingkan dengan vertigo perifer. Hal ini khususnya terjadi jika penyakit yang mendasari gejala vertigo tidak segera diatasi. Misalnya saja vertigo yang disebabkan oleh penyakit stroke. Kondisi tersebut merupakan gawat darurat medis, sehingga butuh pertolongan segera.

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |