Riaupos.co
20/06/2019
 

Trump Tebar Janji di Jepang
Selasa, 28 Mei 2019 - 10:52 WIB
 
TOKYO (RIAUPOS.CO) -- Yokota memegang sebuah pigura yang berisi foto seorang gadis. Namanya Megumi. Adik Yokota. Megumi diculik oleh Korea Utara (Korut) saat pulang sekolah pada 1977.

Ada 17 warga Jepang yang diculik Pyongyang pada dekade 1970–1980. Megumi adalah yang termuda. Usianya saat itu baru 13 tahun. Hingga saat ini, tidak diketahui apakah dia masih hidup atau tiada.

Kemarin (27/5) Yokota dan beberapa keluarga korban penculikan lainnya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania, di Wisma Negara Akasaka, Tokyo. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dan istrinya, Akie, turut hadir. Keluarga korban penculikan berharap pemerintah AS bisa membantu menemukan keluarga mereka.

"Kami sangat memercayai Anda dan PM Abe," ujar Yokota yang datang bersama ibunya, Sakie. Sejatinya pada 2004 Korut menyerahkan jasad yang sudah dikremasi dan diklaim sebagai Megumi. Tapi, hasil uji DNA berkata lain.

Itu adalah pertemuan kali kedua Trump dengan penduduk Jepang keluarga korban penculikan Korut. Orang nomor satu di AS itu menyatakan bahwa kisah penculikan tersebut sungguh menyedihkan.

Kala itu Korut sengaja menculik penduduk Jepang untuk melatih mata-mata mereka tentang bahasa dan budaya Negeri Sakura tersebut. Di antara 17 orang, lima sudah dipulangkan. Delapan lainnya diklaim sudah tewas oleh Korut. Tapi, Jepang tak percaya. "Kami akan bekerja sama untuk membawa pulang keluarga, anak, putra dan ibu Anda semua," tegas Trump seperti dikutip AFP.

Dalam pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un, Trump sudah membahas kasus penculikan penduduk Jepang itu. Abe juga sempat menyatakan siap bertemu Jong-un jika itu bisa menyelesaikan kasus penculikan tersebut.

Kemarin Trump juga berkesempatan untuk bertemu dan makan malam dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran. Dia menjadi kepala negara pertama yang bertemu dengan kaisar baru Jepang itu. Trump sempat membaca puisi Jepang kuno dan berkata bahwa dirinya tak akan melupakan undangan untuk bertemu kaisar.

Jepang menjamu dan memanjakan Trump pada malam terakhir kunjungannya. Bahkan, menu daging yang disajikan sengaja dimasak benar-benar matang sesuai dengan selera Trump. Abe bahkan menyebut AS sebagai sekutu terdekat negaranya.

Beberapa jam sebelumnya, Trump dan Abe menggelar konferensi pers. Presiden ke-45 AS itu juga memberikan tanggapan terkait uji coba misil yang dilakukan Korut. "Orang-orang saya berpikir itu bisa saja pelanggaran. Saya melihatnya sebagai seseorang (Jong-un red) yang mungkin ingin mendapat perhatian," terangnya.(sha/c7/dos/jpg)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |