Riaupos.co
19/11/2019
 
KPPU Minta Tiket Pesawat Diturunkan
Foto ilustrasi. (JAWAPOS)

TIKET MAHAL
KPPU Minta Tiket Pesawat Diturunkan
Kamis, 16 Mei 2019 - 11:14 WIB
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambut baik keputusan pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat. Untuk itu mereka meminta supaya maskapai segera menyesuaikan tarifnya. Apalagi di bulan Ramadan hingga Idulfitri nanti, keperlaun tiket pesawat semakin meningkat.

Komisioner KPPU Chandra Setiawan menuturkan setelah ada penyesuaian TBA tersebut, seharusnya berdampak pada harga tiket pesawat.

"Maskapai bisa anytime mengubah tarifnya. Harusnya harga tiket itu mengalami penurunan," katanya saat ditemui di sela diskusi pemindahan ibukota baru oleh President University di Jakarta, Rabu (15/5).

Dengan penurunan tersebut Chandra berharap masyarakat lebih terjangkau untuk membeli tiket pesawat. Apalagi menurut dia di bulan puasa sampai Idulfitri nanti, keperluan atau permintaan atas tiket pesawat semakin besar. Selain itu Chandra menuturkan KPPU masih tetap memantau implementasi penerapan tarif tiket pesawat tersebut. KPPU berharap di antara maskapai penerbangan tetap ada persaingan harga tiket. Artinya KPPU tidak mengharapkan seluruh airlines atau maskapai kompak menerapkan tarif tertentu.

Misalnya sama-sama kompak memasang tarif di batas atas semuanya. Atau meskipun tidak sampai di tarif batas atas, tetapi ada kesepakatan menetapkan tarif di angka tertentu, Chandra menegaskan itu dilarang.

"Itu artinya bisa dikatakan merupakan indikasi kartel. Itu dilarang oleh undang-undang," katanya.

Chandra menegaskan kepada seluruh maskapai supaya tetap bersaing secara sehat dalam mematok tarif tiket pesawat terbang. Misalnya tidak menjual seluruh kursi atau seat dengan harga tertentu yang mendekati batas atas. Tetapi ada jatah persentase seat tertentu yang dijual dengan harga lebih murah.

Dia menuturkan bahwa KPPU saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait melonjaknya harga tiket pesawat di semua maskapai nasional. Sampai saat ini proses investigasinya masih berlangsung. Sehingga dia tidak bisa membuka hasilnya.(wan/lyn/jpg/ayi)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos


Editor: Eko Faizin



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |