Riaupos.co
13/11/2019
 
Beruntung Masih Bertemu Ramadan

OLEH PROF DR H K SUHEIMI SPOG - GURU BESAR KEDOKTERAN UNAND
Beruntung Masih Bertemu Ramadan
Minggu, 12 Mei 2019 - 10:14 WIB
 
HARI terasa sangat singkat. Rasanya baru kemarin melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, sekarang datang lagi. Beberapa Ramadan sudah saya lewati, namun setiap kali Ramadan datang dan pergi, berlalu begitu saja.

Saya coba mengenang dan menghitung-hitung Ramadan yang lewat, kerja besar apa baru yang pernah saya hasilkan di bulan Ramadan itu? Padahal di bulan di masa lalu Rasulullah Muhammad SAW, banyak peristiwa besar dan kerja besar justru terjadi dan terlaksana di dalam bulan Ramadan. Menandakan Nabi Muhammad SAW sangat sehat dan teramat sehat di bulan suci itu, sehingga beliau mau dan mampu memikul beban seberat apapun.

Simaklah, Ramadan berarti amat panas karena pada bulan tersebut padang pasir sangtat panas oleh terik matahari. Justru di dalam teriknya matahari itu pulalah, pengorbanan, amal, kerja keras dan ibadah Nabi Muhammad sangat menonjol.

Turunnya Alquran ialah pada tanggal 17 Ramadan, sekalian pada saat itu Nabi Muhammad SAW diangkat dan dinobatkan menjadi Rasul. Ramadan adalah, satu-satunya bulan yang terdapat dan disebut dalam Alquran Al-Baqarah : 185.

Di bulan Ramadan ini pulalah terjadi kemenangan yang luar biasa kaum muslimin dalam perang Badar, yang membangkitkan semangat kaum muslimin untuk maju.

Fath Makkah atau ditaklukkannya Kota Makkah oleh kaum muslimin dan dimusnahkannya berhala di sekitar Kakbah, justru terjadi di bulan suci Ramadan.

Adanya Lailatul Qadar yang mempunyai nilai lebih dari 1.000 bulan, hanya ada dan dapat dan diperoleh di bulan Ramadan.

Diwajibkan berpuasa, diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul, dilimpahkannya amal yang tinggi di bulan Ramadan, maka andaikan manusia mengetahui kebaikan yang ada di bulan Ramadan tentu mereka akan mengharapkan dan mencita-citakan agar bulan Ramadan terjadi sepanjang tahun.

Di bulan Ramadan ini pulalah, dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Malaikat berseru “Hai pencinta kebaikan bergembiralah. Hai orang yang suka berbuat kejahatan, berhentilah sehingga berakhirnya bulan Ramadan”. Menjadi kafarat dosa terhadap dosa-dosa sampai Ramadan berikutnya sepanjang dosa-dosa yang terjadi antara waktu salat fardhu dan dari Jumat ke Jumat. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penghayatan yang mendalam diberikan keampunan atas segala dosa-dosanya.

Demikian banyak manfaat dan kebesaran bulan Ramadan, sehingga bulan Ramadan ini diberi julukan seperti berikut.

Diberi nama Syahr Allah (bulan Allah) karena Allah memberikan pahala yang sangat besar di bulan Ramadan. Sebagaimana yang sering kita dengar dalam pengajian, ibadah puasa langsung diberi pahala oleh Allah. “ Tiap-tiap amal anak Adam untuknya sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. “

Puasa itu adalah perisai, karenanya janganlah mengucapkan kata kotor dan keji yang membangkitkan syahwat.

Apabila kita dimaki atau ditantang maka hendaklah berkata: “Saya sedang berpuasa”.

Syahr Ala’i bulan yang penuh nikmat dan rahmat. Karena Allah memberikan nikmat Rahmat dan karunia yang berlipat ganda di bulan Ramadan.

Bulan Ramadan disebut juga dengan Syahr Qur’an karena di bulan ini diturunkan Alquran. Disebut juga dengan Syahr An Najah yaitu bulan pelepasan diri dari siksaan neraka. Disebut juga dengan Syahr Al-Jud bulan kedermawanan, dan Syahr Al-Muwasah bulan memberikan pertolongan pada orang lain. Syahr Al-Tilawah bulan baca Alquran, juga yang lainnya disebut juga dengan Syahr Ar-Rahman, Syahr As-Syiam, Syahr Al-Id.

Demikian banyaknya gelar penghulu bulan ini dan demikian banyaknya kesempatan berbuat baik dan mengerjakan amal kebajikan. Kita beruntung sekali karena kita memasuki bulan keberuntungan ini. Ternyata semua makhluk yang berpuasa akan lebih berseri, akan lebih sehat dan lebih awet muda. Perhatikanlah ular bertukar kulit dan tampak berseri dan lebih muda setelah ia berpuasa. Padahal sebelumnya kupu-kupu itu berwajah jelek dan buruk rupa serta buruk perangai.

Banyak penelitian yang menunjang bahwa orang yang berpuasa akan bertambah sehat bertambah awet, bertambah sabar, terhindar dari stres, dan terjauh dari berbagai penyakit.

Firman suci Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaiman diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa “.

Sebuah pesan untuk kita bersama “Ingatlah satu hari di mana harta dan anak-anakmu tiada berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih dan lapang.***




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |