Riaupos.co
13/11/2019
 
Dari Pameran Hewan Reptil di Mal SKA Pekanbaru
PAMERAN REPTIL: Warga antusias melihat aneka jenis hewan reptil yang dipamerkan Komunitas Retic Pekanbaru di Mal SKA Pekanbaru, Ahad (28/4/2019) lalu.

SIAP MEMBANTU JIKA ADA HEWAN PELIHARAAN BERMASALAH
Dari Pameran Hewan Reptil di Mal SKA Pekanbaru
Jumat, 03 Mei 2019 - 13:44 WIB
 
KOTA (RIAUPOS.CO) -- ULAR sanca itu sengaja dihadirkan dalam sebuah pameran yang ditaja Komunitas Reptil and Ampibhian Pekanbaru Community (Retic) Pekanbaru di Mal SKA Pekanbaru. Seorang anggota Retic memegang ular itu tanpa rasa geli ataupun takut. Sementara itu, puluhan pengunjung mal penasaran ingin melihat lebih dekat ular itu.

Tak hanya ada ular sanca. Di pameran itu juga ada hewan reptil lainnya. Seperti iguana, gekko atau tokek, ular jenis lain. Juga ada jenis hewan amphibi seperti kura-kura.

Sebagian pengunjung ada yang memberanikan diri untuk memegang hewan-hewan itu. Sebagian lagi berswafoto di dekat hewan yang dipamerkan.

“Makannya bisa ayam, tidak setiap hari. Karena ular mencernanya lama,” kata Wakil Ketua Retic Muhammad Tohar Ustanda kepada Riau Pos.

Pria yang kerap disapa Tohar snaker mengatakan komunitas ini telah berdiri sekitar delapan tahun lalu. Tepatnya pada 23 Januari 2011 lalu dengan anggota sebanyak 25 orang. Yang mana,  perkumpulan ini merupakan sesama anak muda yang menyukai binatang reptil. 

“Dulu belum ada wadah. Jadi, dibentuklah komunitas ini dari sesama pecinta reptil,” tambahnya.

Selain memelihara binatang reptil ini, Tohar mengungkap mereka sudah sering mengikuti kontes di berbagai daerah, seperti Palembang, Medan hingga Jambi. Tetapi, pihaknya juga memiliki tim rescue di setiap daerah untuk menolong hewan-hewan liar. 

“Kalau masyarakat telepon atau direct messenger, kami akandatang. Pernah biawak dan ular. Setelah itu, akan kami lepaskan lagi ke alam,” ujarnya. 

Mahasiswa di Universitas Islam Riau itu mengaku memiliki belasan ular yang disimpan di dalam kamarnya pernah mengalami kejadian seekor ular berada di atas tubuhnya saat sedang tidur. Hal itu akibat, ia lupa mengunci kandangnya. 

“Jadi, pada saat tidur lepas dia. Allhamdulillah orangtua mendukung saja,” terangnya. 

Untuk dapat memelihara ular, dikatakan Tohar cukup mudah. Hanya perlu menjaga kebersihan kandang dan juga memberikan alas kandang sederhana dengan menggunakan koran bekas. 

“Makannya juga tidak sulit. Bisa makan sepekan sekali. Makanya tikus,” tambahnya. 

Dyah, salah seorang warga yang sempat bermain dan memegang iguana mengaku senang sekaligus takut. Sebab baru pertama kali bercengkrama dengan hewan reptil tersebut.

“Takut, tapi seru juga. Baru pertama kali ini pegangnya,” serunya.(*1)

(Laporan MARRIO KISAZ, Kota)






Historia Lainnya
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |