Riaupos.co
16/10/2019
 
Akhir Pekan di Kawasan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau 
jajakan dagangan: Para pedagang menjajakan dagangan di kawasan halaman Masjid Raya An-Nur, Jumat (19/4/2019).

OLAH RAGA SAMBIL BELANJA
Akhir Pekan di Kawasan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau 
Sabtu, 20 April 2019 - 11:39 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Hal itu pun dilakukan oleh warga yang tinggal di Kota Pekanbaru. Terlihat di kawasan wisata religi Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, selain mengagumi tempat suci tersebut, para warga melakukan olahraga sore dan kuliner.

Berbicara kuliner, beberapa orang yang tergabung Bangkit Pengusaha Muslim (BPM) menjajakan kulinernya di setiap Jumat hingga Ahad. Mereka berjualan sejak pagi hingga malam.

Bermacam kuliner pun tersaji, mulai dari kuliner khas maupun kuliner pada umumnya. Tampak terlihat yang menjual roti canai khas Riau, mi ayam, bakso, nasi padang, nasi uduk dan lainnya.

Pengunjung cukup merogoh kocek mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, sudah bisa memanjakan perut. Jika pengunjung membeli di Gerai Mbak Nur, sudah bisa mendapatkan mi ayam, soto ayam serta ayam penyet. Untuk sate dan menu sebangsa lainnya, harga yang ditawarkan juga tidak jauh berbeda. Bermacam gerai lain pun mengisi, seperti gerai pakaian muslim, mukena, jilbab, tas dan lainnya. 

Gerai-gerai yang berada di sana hanya membayar pertama kali masuk. Hal itu diungkapkan oleh penjual jilbab, Fadil, yaitu hanya menbayar uang Rp200 ribu bisa berjualan sampai kapan pun. Sementara setiap harinya membayar infak secara sukarela.

Diceritakannya, menjual jilbab karena sang kakak heran dengan mahalnya harga jilbab anak. Lalu setelah itu mencoba cari tahu, ternyata harga jilbab murah. Dari situlah memilih jualan jilbab.

“Harga yang dijual mulai dari Rp100 ribu dapat empat ada juga dapat tiga, tergantung ukuran,” terangnya.

Sementara pengunjung bernama Isna mengatakan, membeli karena jilbabnya termasuk murah dan lucu. Sehingga anak memakainya bisa ganti-ganti.

Pengunjung lain, Risma, mengaku selain olahraga di An-Nur bisa sambil kulineran ataupun cuci mata. Ibarat paket lengkap. “Jadi, sekali jalan, bisa sehat, kenyang dan saling berbagi rezeki. Karena kan di dalam rezeki kita ada rezeki orang lain,” ungkapnya. (*3/ade)

Laporan MARIO KISAZ, Kota




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video | Kampar | Rokan Hulu | Rokan Hilir | Siak | Bengkalis | Dumai | Kepulauan Meranti | Indragiri Hilir | Indragiri Hulu | Pelalawan | Kuantan Singingi |