Riaupos.co
23/04/2019
 
Perhatian, Dilarang Mendokumentasikan Kertas Suara Usai Menyoblos
Ketua KPU Riau, Ilham Yasir.

PEMILIHAN UMUM 2019
Perhatian, Dilarang Mendokumentasikan Kertas Suara Usai Menyoblos
Senin, 15 April 2019 - 16:34 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Para pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya dilarang melakukan pengambilan gambar, baik video maupun foto saat melakukan pencoblosan. Pengambilan gambar dimaksud ditujukan bagi kertas suara yang memperlihatkan pilihan calon yang dicoblos.

Larangan ini juga sudah dituangkan melalui pasal 42 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum. Pasal itu berbunyi bahwa pemilih dilarang mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Ilham Yasir ketika dikonfirmasi membenarkan adanya larangan itu. Bahkan, di TPS, panitia diminta menyediakan tempat khusus untuk pemilih meletakkan barang-barang seperti benda tajam, handphone, kamera, tas dan sebagainya untuk tidak dibawa ke bilik suara.

’’Itu nanti petugas di TPS juga kita minta untuk melakukan imbauan dan larangan kepada para pemilih. Sebab larangan ini sudah berlaku secara nasional dan Bawaslu pun sudah mengeluarkan imbauan untuk hal ini," ujar Ilham.

Dia mengatakan, jika pemilih ingin tetap mengambil gambar misalnya dalam bentuk swafoto, tetap boleh dilakukan di TPS, misalnya dengan cara menunjukkan jari bertinta tanda sudah mencoblos. Atau bentuk-bentuk lain, sepanjang tidak memperlihatkan pilihan yang dicoblos.

"Larangan ini dikeluarkan karena azas pemilu kita kan langsung, umum, bebas dan rahasia. Kalau pilihan kita lantas diperlihatkan kepada publik lewat foto lalu diunggah di media sosial itu tidak azas rahasia lagi. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah larangan ini untuk mencegah terjadinya transaksional setelah pemilih selesai melakukan pencoblosan. Tidak tertutup kemungkinan, hasil dokumentasi itu dipakai sebagai bukti yang ditunjukkan kepada peserta pemilu yang menjanjikan sesuatu, atau politik uang ketika pemilih mencoblosnya," ujar Ilham.(fas)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |