Riaupos.co
25/06/2019
 
Bupati Hadiri Apel Anti Politik Uang
Ceria: Bupati Rohil H Suyatno AMp bersama jajaran Bawaslu, penyelenggara pemilu dan Forkopimda, foto dengan ekspresi ceria. Hal itu mengisyaratkan sebagai dukungan bahwa pesta demorasi harus diwarnai dengan kegembiraan dan semangat yang optimis, usai apel patroli anti politik uang pada masa tenang yang digelar Bawaslu Rohil di depan gedung BPKAD Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Ahad (14/4/2019).

Bupati Hadiri Apel Anti Politik Uang
Senin, 15 April 2019 - 13:55 WIB
 
ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) -- Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tinggal menghitung hari, semua pihak diharapkan dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan pemilu.

Hal itu ditegaskan Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp pada saat apel patroli pengawasan anti politik uang pada masa tenang yang digelar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Rohil di lapangan depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil  Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Ahad (14/4) pagi.

“Mari sukseskan pelaksanaan pemilu dengan memberikan hak suara, soal pilihannya politiknya siapa itu terserah. Selain itu apapun hasil dari proses politik tersebut hendaknya bisa diterima, harus legowo,” kata bupati.

Memang pada saat ini katanya, masyarakat sudah tak sabar lagi untuk menghadapi pemilu serentak karena dalam beberapa waktu belakangan terus melihat pelaksanaan masa kampanye yang terus menerus.

Sehingga pesta demokrasi yang ada katanya, sangat dinantikan apalagi berkaitan dengan arah untuk memilih secara serentak baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, provinsi maupun kabupaten/kota, serta Pilpres dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Kami doakan bersama agar pemilu nanti Indonesia tetap dalam keadaan aman, tertib dan apapun produk, hasilnya harus bisa diterima, legowo. Bersyukur, itulah pilihan rakyat Indonesia,” katanya.

Amanat Bawaslu RI yang dibacakan Ketua Bawaslu Rohil Syahyuri menyampaikan ucapan terima kasih dengan kehadiran dan dukungan pemkab terhadap pelaksanaan pemilu termasuk pada saat apel bersama yang digelar kemarin.

“Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru untuk pertama kalinya dalam sejarah anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten/kota serta Presiden/Wapres dipilih serentak. Aspek keserentakan itu menjadi ujian besar bagi pengawas pemilu untuk menjaga hak pilih rakyat selama berlangsungnya tahapan pemilu,” kata Syahyuri.

Memasuki masa tenang terangnya, sampai pada pemungutan, penghitungan suara harus diperhatian setiap hal yang berpotensi masuk dalam pelanggaran pemilu.(adv)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |