Riaupos.co
20/07/2019
 
Tim BPBD Kabupaten Inhu melakukan pencarian Muhamad Alaripi yang diterkam buaya di Sungai Indragiri, Sabtu (13/4/2019). (RAJA KASMESDI/RIAUPOS.CO)

BALITA DIMANGSA BUAYA
"Saat Buaya Muncul Terlihat Tubuh Cucu Saya di Mulutnya..."
Senin, 15 April 2019 - 00:15 WIB
 
RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Buaya kini menjadi sumber ketakutan masyarakat di Indragiri Hulu. Setelah sebelumnya seekor buaya menyerang seorang pemancing di kawasan Batang Gansal, kini seekor buaya dilaporkan menyerang anak balita.

Warga Desa Morong Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan adanya buaya memangsa manusia, Sabtu (13/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban dimangsa buaya itu diketahui atas nama Muhamad Alaripi (5) warga Desa Morong di Sungai Indragiri daerah itu. 

Hingga berita ini ditulis pada Sabtu (13/4) pukul 18.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Warga bersama personil BPBD, kepolisian masih melakukan pencarian. Bahkan di lokasi kejadian, menjadi tontonan warga. 

Kakek korban, Hatta Munir, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa korban bersama rekan-rekan sebayanya tengah mandi di Sungai Indragiri.  Lokasi mandi-mandi korban bersama rekannya juga tidak tergolong dalam. Bahkan masih sekitar lokasi pasiran di Sungai Indragiri.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti korban hilang dimakan buaya. Hanya saja, salah seorang rekan korban merasa kehilangan dan berusaha mencari di sekitar tempat mereka mandi.

Korban baru dapat dipastikan hilang, ketika beberapa saat kemudian muncul buaya. Dari mulut buaya yang muncul itu terlihat tubuh korban. "Kaki korban yang digigit dan saat buaya itu muncul terlihat tubuh cucu saya," ungkap Hatta Munir dengan wajah sedih.

Buaya yang muncul itu tidak hanya sekali, bahkan warga beberapa kali melihatnya. Namun ketika sudah banyak warga yang datang ke pinggir sungai, buaya itu tidak muncul lagi. 

"Ketika rekan korban mengetahui ada buaya, langsung disampaikan kepada warga lainnya," sebut Hatta Munir lagi.

Upaya pihak keluarga dalam melakukan pencarian, selain masih dilakukan pencarian bersama warga lainnya juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Selain itu juga telah melaporkan kepada pihak BKSDA. Kepada pihak BKSDA diharapkan dapat melumpuhkan buaya tersebut menggunakan perluru bius.

Pihak keluarga juga sudah berupaya menghubungi orang pintar. "Berbagai upaya pencarian telah dikerahkan agar jasad korban dapat ditemukan," ucapnya.

Diceritakan sang kakek, korban selama ini dikenal sangat cerdas, terutama di bidang keagamaan. Korban selama ini sudah hafal sejumlah ayat-ayat pendek dan sudah bisa adzan.

Di tempat terpisah,  Kapolsek Pasir Penyu Kompol Dwi Kormal membenarkan atas kejadaian itu. "Hingga saat ini masih dilakukan pencarian menggunakan sampan dengan menelusuri sejumlah tempat yang dicurigai," ujarnya singkat.

Reporter: Raja Kasmedi (Inhu)
Editor: Hary B Koriun


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |