Riaupos.co
20/06/2019
 
 Berawal dari Cinta Berakhir jadi Duta
Windisari Nainggolan

JELITA - Windisari Nainggolan
Berawal dari Cinta Berakhir jadi Duta
Minggu, 10 Maret 2019 - 10:52 WIB
 
(RIAUPOS.CO) - Menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggungjawab kita sebagai manusia yang berkesempatan hidup di bumi. Itulah yang dipikirkan oleh gadis manis yang akrab disapa Windi ini. Sudah diajarkan untuk peduli terhadap lingkungan sejak kecil, menjadikan dia kini tumbuh sebagai sosok yang cinta lingkungan.

Kecintaannya pada lingkungan sudah mulai nampak dari kegiatannya di SMA. Sewaktu masih menduduki bangku sekolah, selain fokus dibidang akademik dengan sering mengikuti Olimpiade, Windi juga turut aktif dalam komunitas peduli lingkungan di sekolahnya. Dia bahkan menjadi satu-satunya siswa dari jurusan sosial yang dimasukkan dalam siswa penggiat Adiwiyata.

“Sewaktu SMA aku udah masuk siswa penggiat Adiwiyata. Jadi aku udah pernah tuh nanam tanaman hidroponik, buat kompos, pilah pilih sampah buat ditabung di bank sampah. Aku juga sering belajar daur ulang sampah bareng guru prakarya ku”, ujar Windi

Pengetahuannya tentang lingkunganpun semakin berkembang seiring pengalamannya menjadi perwakilan sekolah dalam berbagai seminar dan pameran lingkungan. Tak heran semasa sekolah ia juga memiliki prestasi dibidang lingkungan. Windi pernah menjadi perwakilan sekolah dalam mengikuti pameran lingkungan hidup yang berhasil mendapatkan posisi ketiga stand lingkungan terbaik. Tak hanya itu, ia juga sering mengikuti lomba daur ulang sampah yang diikuti oleh sekolah-sekolah Adiwiyata di Pekanbaru.

Seiring berjalannya waktu keinginannya untuk bisa terus memiliki peran aktif dalam kepedulian lingkungan menghantarkannya menjadi bagian dari Duta Lingkungan Pekanbaru. Pada 2018 lalu, mahasiswi jurusan akuntansi ini berhasil menyandang gelar Duta Asri Pekanbaru 2018. Melalui ajang pemilihan yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru ini, Windi berharap mampu berkontribusi lebih untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kota kelahirannya.

Menjadi bagian dari duta lingkungan memudahkannya melakukan aksi positif dibidang lingkungan. Salah satunya yaitu program Gen Z, HeTik Yuk! yang ditaja oleh para duta lingkungan untuk mengajak generasi  Z, yaitu mereka yang duduk dibangku SMP dan SMA untuk mulai menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan barang-barang yang bisa dipakai berulang-ulang.

“Bagiku peduli terhadap lingkungan itu gak ada kaitannya sama jurusan apa perkuliahanmu, dibidang apa pekerjaanmu, atau bagaimana status sosialmu. Semua orang punya kewajiban menjaga lingkungan. Semua orang harus peduli terhadap lingkungannya. Jadi sudah seharusnya kita mulai peka dan membuka mata untuk mengubah kebiasaan lama yang merusak lingkungan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang”, tutup Windi.(w/azr)






Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |