Riaupos.co
19/04/2019
 
Dihantam Gelombang, Satu ABK Hilang di Perairan Rangsang Barat
GELOMBANG TINGGI: Nakhoda kapal motor GT 6 Bacok, (bertopi) menjelaskan kronologis kapalnya dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan satu rekannya hilang di perairan rangsang barat kabupaten kepulauan Meranti, Selasa (12/2). (HUMAS BASARNAS PEKANBARU FOR RIAU POS)

Dihantam Gelombang, Satu ABK Hilang di Perairan Rangsang Barat
Selasa, 12 Februari 2019 - 16:32 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Satu unit kapal motor (KM) dengan nomor lambung GT 6 dihamtam gelombang tinggi di perairan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (11/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Satu orang Anak Buah Kapal (ABK) dikabarkan hilang dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim Basarnas.

Kepala Basarnas Pekanbaru Gede Darmada mengatakan, kapal GT 6 dihamtam gelombang tinggi di sekitar perairan Rangsang Barat, saat akan menuju ke Pulau Batu Malaysia. Kapal tersebut saat itu membawa tiga orang, dimana dua orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri.

"Satu orang korban bernama ABK bernama Nerhak (50) belum ditemukan. Sementara itu, nakhoda kapal yang bernama Bacok (43) dan Kandar (40) selamat," katanya.

Dikatakan Gede, Basarnas Pekanbaru menerima informasi peristiwa tersebut pada Senin petang sekitar pukul 18.45 WIB. Basarnas Pekanbaru langsung memberangkatkan satu Tim Rescue Pos SAR Bengkalis untuk melakukan pencarian dengan menggunakan Kapal Negara (KN) 411, Rubber boat, Peralatan Selam, Alat komunikasi, dan Medis.

“Pada Senin pukul 07.00 WIB, Tim SAR gabungan bergerak untuk melakukan penyisiran di area kejadian. Unsur yang terlibat yaitu BPBD Kepulauan Meranti, Polair Bantar Mudik dan Masyarakat setempat,” kata Gede.

Sementara itu, kapten kapal, Bacok mengatakan, bahwa pagi itu kapalnya yang bermuatan kurang lebih 1000 batang kayu baso (kayu untuk membuat arang) dihantam gelombang tinggi. Karena panik, satu orang temannya atas nama Nehak melompat dari atas kapal.

"Ketika ada gelombang tinggi, Nehak lompat. Padahal dia tidak bisa berenang.
Saat ada gelombang tinggi itu, kami sempat membuang muatan kapal dan menguras air yang masuk sehingga kapal bisa kembali stabil," jelasnya.

Untuk diketahui, sebelum insiden hilangnya ABK ini, sebelumnya juga ada insiden tenggelamnya apal Kargo DBS 02 dengan muatan 700 ton semen PT Semen di perairan Kabupaten Bengkalis pada 26 Januari lalu. Saat kejadian, ada 10 penumpang di kapal tersebut terdiri dari sembilan kru dan satu orang saudara kru yang ikut berlayar. Hingga proses pencarian selama seminggu dan akhirnya dihentikan, satu korban masih belum ditemukan atas nama Dasril. (sol)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |