Sungai  Kapojan  Meluap, Jalan Desa Lubuk Mas Amblas
MELINTASI JALAN PUTUS: Pj Kepala Desa Lubuk Mas, Norazid SPd, melintasi jalan poros yang putus karena amblas di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, sebagai dampak meluapnya Sungai Kapojan, Rabu (23/1/2018). (JPG) M AMIN AMRAN/RIAU POS

Sungai Kapojan Meluap, Jalan Desa Lubuk Mas Amblas
Kamis, 24 Januari 2019 - 13:16 WIB >
 
BUNUT (RIAUPOS.CO) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bunut dua hari terakhir,  menyebabkan debit air Sungai Kapojan meluap. Dampak dari meluapnya air sungai tersebut, mengakibatkan akses jalan darat di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut menjadi terputus. 

   Lalu lintas kendaraan di akses jalan penghubung Desa Lubuk Mas ke Desa Sungai Buluh menuju Kelurahan Bunut, Kecamatan Bunut ini nyaris lumpuh, setelah badan jalan amblas digerus air, Rabu (23/1) siang. 

   “Kondisi ini membuat lalu lintas menjadi terhambat, karena tidak dapat dilalui para pengendara, sehingga membuat warga terisolir,” terang  salah seorang warga Desa Lubuk Mas Anton Suardi, Rabu (23/1)  siang.

   Dikatakannya, jalan yang amblas tersebut membentuk lubang sepanjang 6 meter akibat dikikis air. Dengan kondisi tersebut, warga yang ingin berpergian menuju Kelurahan Bunut, terpaksa harus melalui jalan alternatif yang jarak tempuhnya cukup jauh yakni jalan di Dusun Tambun, Desa Lubuk Mas, menuju Sorek, Pangkalan Kuras. 

  Memang masih ada jalan alternatif bagi warga untuk menuju Kecamatan Bunut, yakni Kelurahan Bunut. Tapi, jarak tempuhnya cukup jauh. Dan jalan itu pun hanya bisa dilewati oleh para pengendara sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalan itu.    

    ‘’Warga yang mayoritas adalah pekebun kelapa sawit, menjadi kesulitan untuk melakukan aktivitas. Apalagi, jalan ini merupakan satu-satunya akses jalan darat penghubung bagi warga Desa Lubuk Mas. Sehingga Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan pun sangat diharapkan dapat segera melakukan perbaikan jalan rusak tersebut,” paparnya. 

 Pj Kepala Desa Lubuk Mas Norazid SPd, Rabu (23/1) membenarkan adanya jalan penghubung di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut yang amblas tersebut. Namun demikian, untuk sementara jalan tersebut telah ditimbun dengan tanah kuning secara swadaya oleh warga setempat, sehingga saat ini telah dapat dilalui oleh para pengendara kendaraan khususnya roda dua.

 ‘’Saat ini, kita juga telah membuat surat untuk disampaikan kepada Bupati Pelalawan yang ditujukan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, agar dapat segera melakukan perbaikan jalan tersebut,” ujarnya. 

 Ditambahkannya, jalan amblas tersebut diketahui saat sejumlah warga ingin mencari ikan di Sungai Kapojan, setelah dua hari diguyur hujan. Namun, saat dalam perjalanan menuju sungai tersebut, ternyata akses jalan darat penghubung desa ini telah putus akibat dikikis air. 

Jadi awalnya pada Selasa (22/1) malam lalu sekitar pukul 22.00 WIB, ada sejumlah warga yang hendak menuju Sungai Kapojan untuk mencari ikan menggunakan sepeda motor. Tapi, saat diperjalanan, ternyata jalan tersebut tidak dapat dilalui. Dengan amblasnya jalan tersebut, membuat warga terhambat melakukan aktivitas. 

   ‘’Alhamdulillah, setelah bersama-sama mencari solusi, maka pada Rabu (23/1) sekitar pukul 14.00 WIB, jalan tersebut telah dapat kembali dilalui. Hal ini setelah jalan tersebut ditimbun dengan tanah kuning secara swadaya oleh warga setempat,” tutupnya.(amn) 


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |