Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 WIB >
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad mendapat perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selain belum memenuhi standar pelayanan, manajemen RS dirasa belum tertata dengan baik. Kondisi itu dapat terlihat dari kasus tiga dokter yang tersangkut masalah hukum. 

   Seharusnya, manajemen RS dapat melindungi pegawai maupun tenaga medis dari masalah hukum. Maka dari itu pemprov selaku atasan langsung RSUD diminta agar membenahi manajemen yang ada saat ini.  

 Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu, Ahad (20/1). Diakui dia, mengatur sebuah rumah sakit dengan kompleksitas permasalahan yang ada memang tidak mudah.

   “Tapi masyarakat tidak mau tahu dengan urusan manajemen. Yang masyarakat tahu mereka membayar pajak, membayar BPJS kemudian mendapat pelayanan medis. Soal bagaimana urusan manajemen, itulah yang harus dipikirkan pemerintah,” ucap Kordias.

   Soal masalah hukum yang dialami tiga dokter, lanjut dia, bisa jadi lantaran manajemen RSUD tidak baik. Karena jika dilihat dari kondisi yang terjadi, permasalahan yang dilakukan sudah berulang-ulang. Bukan hanya satu kali. Ia berkesimpulan, hampir tidak mungkin pihak manajemen tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Saya sebetulnya tidak spesifik membahas masalah hukum. Karena urusan itu, penegak hukum yang paham. Tapi yang saya maksud ini lebih kepada manajemen di dalam RSUD. Mengapa ini dibiarkan,” tuturnya.

Jika memang ada kendala pada ketersediaan peralatan, lanjut dia, harusnya RSUD AA mengajukan pengadaan peralatan sesuai mekanisme yang berlaku. Sehingga pegawai maupun tenaga medis dapat bekerja tanpa memikirkan urusan peralatan.

“Saya minta ini menjadi catatan serius bagi pemprov. Karena kita tidak ingin masalah serupa ini terulang. Bagaimana kita mau jadi provinsi yang besar jika masalah rumah sakit saja tidak bisa kita atasi,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Ahmad Hijazi menyebut bahwa pihaknya sudah meminta Dirut RSUD AA untuk memperbaiki sistem yang ada. Soal kasus tiga dokter, dirinya tidak mau berkomentar lebih jauh karena masih dalam proses peradilan.

  “Selesai pengadilan baru jelas. Ini kekeliruan administrasi, dan ini kejadian sudah  6-7 tahun lalu. Saya tugaskan Dirut yang sekarang melakukan penelusuran,” ujarnya.

  Saat ini, ia memastikan masalah manajemen maupun administrasi RSUD AA sudah tidak ada persoalan.

   “Sekarang sudah diperbaiki. Dulu memang serba terbatas. Peralatan terbatas. Tapi harus dengan kehati-hatian itu saja prinsipnya. Saya sudah minta agar dibenahi semua,” sambungnya.(nda)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |