Riaupos.co
27/03/2019
 
Menteri Susi Bersedia Rawat Andini Bersaudara
BERSAMA ANDINI: Pegiat sosial Dedi Azwandi bersama Andini dan dua adiknya di Dusun Telayap Desa Pangkalan Tampoi Kecamatan Kerumutan, Pelalawan, Kamis (10/1/2019). Andini menjadi sorotan karena berhenti sekolah demi merawat adiknya setelah ibunya meninggal pada 3 Januari lalu. (M AMIN AMRAN/RIAU POS)

Menteri Susi Bersedia Rawat Andini Bersaudara
Sabtu, 12 Januari 2019 - 13:32 WIB
 
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Sudah lebih sepekan Andini (14) mengasuh dan merawat dua adiknya Purwanti (1 tahun 8 bulan) dan Duratul Jannah (4 bulan). Tepatnya sejak ibunda tercinta Ijaz (40) meninggal pada 3 Januari lalu akibat penyakit TBC akut. Sementara ayahnya hingga kini tak tahu di mana rimbanya.

Bersama dua adiknya, gadis berjilbab itu tinggal di rumah kayu yang sudah lapuk peninggalan orangtuanya di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan ini. Ketegaran Andini menyita perhatian dan simpati masyarakat luas. Khususnya di Kabupaten Pelalawan. Berbagaimacam bantuan dari sejumlah pihak pun terus mengalir. Baik keperluan sandang dan pangan, hingga biaya pendidikan serta bantuan rumah layak huni bagi ketiga bocah malang tersebut.

Bahkan, informasi dari salah satu media daring nasional, kisah Andini telah sampai ke telinga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Bahkan, Susi menyarankan agar Andini beserta kedua adiknya dibawa ke Pangandaran (Jawa Barat) untuk dirawat dan disekolahkan.  

Pegiat sosial Kabupaten Pelalawan Dedi Azwandi kepada Riau Pos mengatakan, sangat banyak bantuan yang mengalir dari berbagai pihak untuk Andini. Ini karena ketabahan dan tekadnya merawat kedua adiknya yang masih batita (bawah tiga tahun). Salah satunya Badan Amil Zakat Sedekah Nasional (Baznas) Pelalawan yang telah menjamin biaya pendidikan sekolah Andini beserta kedua adiknya hingga ke perguruan tinggi (PT).

“Bahkan, kami dapat informasi Buk Susi Pudjiastuti bersedia merawat dan menyekolahkan Andini dan kedua adiknya,” ujar Dedi Azwandi, Jumat (11/1) sore melalui selulernya.

Hanya saja, sambung Wakil Ketua Yayasan Mualaf Center Riau itu, hingga saat ini Andini masih enggan atau belum bersedia meninggalkan rumah peninggalan orangtuanya. Dia tetap memilih merawat kedua adiknya. Dikatakan Dedi, pihaknya masih berupaya membujuk Andini dan kedua adiknya pindah sementara ke Pangkalankerinci agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah yang lebih baik. Baznas Pelalawan telah memastikan membiayai pendidikan Andini di manapun dia ingin sekolah.

“Bahkan, salah seorang warga di Kecamatan Pangkalankerinci siap memberikan Andini dan kedua adiknya rumah layak huni sebagai berteduh dari panasnya matahari dan dinginnya malam,” tutur Dedi seraya menyebutkan saat ini Andini beserta dua adiknya di bawah pengawasan Yayasan Pembinaan Mualaf Ar Risalah (YPMR) Pelalawan.




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |