Riaupos.co
24/03/2019
 

1.440 Anak Putus Sekolah Bersertifikasi
Rabu, 12 Desember 2018 - 12:40 WIB >
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 1.440 anak putus sekolah di Riau, telah bersertifikasi. Mereka diklaim memiliki keterampilan di berbagai bidang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau mengatakan, mereka siap terjun ke dunia kerja.
   
Kepala Disnakertrans Riau Rasidin Siregar mengatakan, 1.440 anak tersebut diberi pelatihan.
 Sehingga mereka memiliki keterampilan dasar di berbagai bidang, seperti keterampilan dalam bidang perbengkelan, komputer dan sebagainya.

   “Jadi, mereka untuk mendapat sertifikasi itu diberi pelatihan, seperti keterampilan las, komputer, kelistrikan, menjahit dan perbengkelan dan lainnya,” kata Rasidin, Senin (10/12) siang.

   Menurutnya, anak putus sekolah yang telah bersertifikasi ini, dari berbagai tingkat sekolah. Ada yang tak tamat SD, ada pula yang tak tamat SMA. Setelah didata, mereka kemudian diberikan pelatihan di Balai Pelatihan Kerja yang ada di tiga daerah di Riau.

   Antara lain di Balai Latihan Kerja Pekanbaru, Pasirpengaraian, Rokan Hulu, dan Kota Dumai. Pelatihan ini diberikan secara gratis secara anak putus sekolah ini. Menurut Rasidin, masing-masing wilayah kerja, telah berhasil melahirkan 30 angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 16 anak.

  “Artinya, dalam tahun ini ada 1.440 anak putus sekolah yang diberikan pelatihan secara gratis. Mereka kita berikan sertifikat kompetensi, tahun ini ada 30 angkatan di tiga UPT tadi,” ujarnya.

    Kata Rasidin, angka tersebut diprediksi mengalami peningkatan pada 2019. Di mana, tahun depan akan ada 60 angkatan di masing-masing UPT. Angka ini dua kali lipat dari tahun sebelumnya.  Artinya, ada sekitar 2.800 anak putus sekolah yang akan diberikan pelatihan di tahun depan.

    “Tahun depan akan ada 180 angkatan yang akan diturunkan dengan jumlah satu angkatan sebanyak 16 orang,” ujar dia.

Setelah mengikuti program pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, menurut Rasidin, mereka diberikan kebebasan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Baik di bidang las, perbengkelan, komputer, menjahit maupun keterampilan lainya.

  “Memang kita ada program magang, namun itu terbatas. Tahun ini ada enam angkatan. Rata-rata mereka langsung diambil sebagai tenaga kerja di perusahaan tempat mereka magang,” kata dia.

   Rasidin menambahkan, program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Sebab, sebagian besar anak putus sekolah yang diberikan pelatihan ini mereka memiliki keterampilan yang siap digunakan untuk perusahaan. Sesuai dengan bidangnya masing-masing.

   “Kita berkeinginan dengan adanya pelatihan seperti ini angka pengganguran di Riau dapat ditekan. Alhamdulillah, sekarang sudah berkurang, meskipun persentasenya tidak besar. Tapi ini cukup membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” kata dia.(dal)




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |