Usulkan Pembangunan Jalan Lintas Bono-Sokoi Melalui APBN
Kamis, 06 Desember 2018 - 11:08 WIB > Dibaca 316 kali
 
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Bupati Pelalawan HM Harris terus berkomitmen melakukan upaya dalam meningkatkan kemajuan pembangunan daerah yang dipimpinnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya audiensi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) RI untuk menyampaikan usulan rencana pembangunan jalan Lintas Bono-Sokoi, Rabu (5/12). 

‘’Ya, saat ini saya bersama Kepala Bappeda Ir M Syahrul Syarif MSi dan Kepala Balitbang Pelalawan Arizal MSi berada di Kantor Kementerian PPN/Bappenas RI untuk menggelar audiensi guna menyampaikan dan mempresentasekan usulan rencana pembangunan jalan Lintas Bono-Sokoi. Di mana kita berharap usulan pembangunan ini bisa diakomodir melalui dana APBN nantinya secara bertahap,” terang Bupati Pelalawan HM Harris kepada Riau Pos, Rabu (5/12). 

Diungkapkan mantan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia (Adkasi) ini, dalam rencana pembangunan jalan lintas Bono mulai dari Desa Kuala Tolam kecamatan Pelalawan hingga menuju Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah membuat Detail Engineering Design (DED)-nya. Di mana dalam DED pembangunan, Pemkab telah menghitung biayai untuk pembangunan jalan berupa aspal sepanjang 143 km ini, menelan anggaran Rp1,9 triliun. 

“Artinya, kita berharap usulan pembangunan jalan lintas Bono-Sokoi ini dapat diakomodir oleh Bappenas melalui dana APBN. Ya paling tidak bisa direalisasikan secara bertahaplah, sehingga dapat membuka isolasi bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan. Apalagi Sokoi ini bakal menjadi pintu masuk turis asing dari Batam dan Singapura serta Malaysia, sehingga tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini,” paparnya. 

Dijelaskan Bupati Pelalawan dua periode ini, bahwa pembangunan jalan Lintas Bono-Sokoi ini, telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Dan atas ketetapan tertsebut, maka pada 2015, Pemkab Pelalawan telah menyampaikan usulan pembangunan jalan Lintas Bono - Sokoi ini kepada kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, DPRD Riau serta anggota DPRD RI perwakilan Pelalawan-Riau. Dan perjuangan tersebut membuahkan hasil. Dimana pada 2017, Pemprov Riau bersama DPRD Riau berhasil merebut dana ABPN 2017 sebesar Rp230 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). 

“ Hanya saja, hingga akhir 2018, pembangunan jalan lintas Bono-Sokoi ini tak kunjung direalisasikan Pemprov Riau, sehingga kita langsung melakukan koordinasi kepada Pemprov Riau dan juga DPRD Riau. Dan ternyata DAK sebesar Rp230 miliar dari APBN, telah dibatalkan atau dicoret oleh DPRD RI dapil Riau karena menilai Pemprov tidak serius untuk merealisasikan pembangunan jalan tersebut,” bebernya. 

Atas pembatalan tersebut, sambung mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, maka pihaknya langsung menggelar audiensi bersama Bappenas untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Pemprov Riau khususnya Pemkab Pelalawan sangat serius untuk meningkatkan kemajuan pembangunan daerah. Khsusunya dari sektor pariwisata. Namun demikian, tentunya kemajuan pembangunan ini tentunya perlu didukung adanya infrastruktur yang baik salah satunya pembangunan jalan lintas Bono-Sokoi ini. 

‘’Jadi, kita berharap dengan adanya audiensi yang kita gelar bersama Bappenas ini, kita berharap usulan pembangunan jalan Lintas Bono - Sokoi ini dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat, secara bertahap,” ujarnya.
Ditambahkan Harris, jalan lintas Bono-Sokoi ini merupakan jalan lintas menuju objek wisata nasional yang telah diakui peselencar dunia kedahsyatannya yakni gelombang Bono. Di mana akses menuju pariwisata andalan Riau ini, dapat ditempuh melalui jalan darat lintas Bono dari Kecamatan Bunut menuju kecamatan Teluk Meranti hingga Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar. Hanya saja, meski pariwisata ini telah dikenal oleh masyarakat mancanegara, namun infrastrukturnya belum memadai, sehingga para wisatawan kesulitan menuju lokasi gelombang Bono tersebut.

‘’Namun demikian, jika infrastruktur pembangunan jalan Lintas Bono-Sokoi ini telah memadai, maka tentunya akan sangat banyak wisatawan yang berkunjung di Bono ini. Apalagi saat ini Pemkab Pelalawan tengah berupaya untuk membangunan pelabuhan Internasioanal di Desa Sokoi untuk mempermudah akses bagi para wisatawan berkunjung ke Bono. Untuk itu, kita berharap dengan adanya dukungan dari Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Provinsi Riau untuk membangun jalan Lintas Bono - Sokoi ini, maka kita optimis Bono ini akan menjadi destinasi tujuan wisata dunia,” katanya.(amn)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |